Cari

UAN DAN MENTAL SISWA

Pendidikan pada hakikatnya merupakan media yang tidak hanya digunakan sebagai transfer ilmu saja namun lebih dari itu. Pendidikan berfungsi untuk memanusiakan manusia, dalam arti pendidikan merupakan sarana untuk mengembangkan apa yang telah menjadi bakat manusia itu sendiri, sehingga dengan pendidikan diharapkan manusia mampu berpikir kreatif, inovatif, inspiratif serta produktif dalam hal wawasannya yang luas. Pendidikan dapat dilakukan di sekolah maupun diluar sekolah. Pendidikan terdiri dari dua dimensi yaitu proses dan hasil. Sehingga dalam melakukan evaluasi pendidikan, pemerintah menggunakan tes tertulis atau biasa disebut UAN. UAN sudah menjadi suatu tradisi yang dilakukan setiap tahun dan digunakan sebagai penentu untuk masuk ke pendidikan tingkat selanjutnya. Dengan standart kelulusan yang setiap tahun naik membuat siswa menjadi stress ketika akan menghadapi UAN karena takut tidak lulus, hal tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap mental siswa.

Berdasarkan kajian teoritik dan fakta empirik tampak jelas bahwa UAN berdampak negatif terhadap kualitas proses dan hasil pendidikan. Apabila kondisi ini terus berlanjut dikhawatirkan kualitas pendidikan akan semakin merosot dan tujuan pendidikan nasional akan semakin sulit untuk diwujudkan, sehingga pada akhirnya kondisi masyarakat dan bangsa tidak akan pernah berubah berada dalam keterpurukan.

(Media UPT Pendidikan dan Pengembangan, 2010: 5). Ketidaklulusan siswa dalam

UAN bisa jadi bukan karena faktor ketidakmampuan siswa menguasai materi tetapi bisa juga karena factor kelelahan mental (mental fatique), karena stress pada saat mengerjakan soal ujian atau karena kesalahan pengukuran yang biasa terjadi pada setiap tes (false negative). Sehingga dalam menghadapi UAN siswa tidak perlu khawatir tidak bisa mengerjakan. soal ujian karena UAN bukanlah hal yang harus ditakuti, justru sebaliknya jadikanlah UAN sebagai suatu tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Untuk menghindarkan siswa dari stress ketika akan menghadapi ujian sebaiknya:

1. Lakukanlah proses belajar secara continue, karena cara yang dikenal dengan SKS alias Sistem Kebut Semalam sudah Jadul.

2. Sebelum memulai proses belajar hendaklah kita menenangkan diri dan membersihkan pikiran kita terlebih dahulu dari berbagai permasalahan.

3. Untuk sementara, jauhkan diri dari HP (handphone).

4. Gunakan cara yang cocok untuk kita dalam menenangkan diri dan pikiran.

5. Saat menerima kertas soal, ucapkanlah do’a, ”Bismillahi, la haula wa la quwwata illa billahi al-aliyyul adziimi. Allahumma laa sahla tawakkalnaa”

0 komentar:

Posting Komentar