Cari

Apa itu Pendidikan?

Apa itu Teknologi?

Pendidikan dan teknologi, hemmm . . . ?

Kata-kata itu sudah tak asing lagi di kedua telinga kita, malah sudah menjadi konsumsi tiap hari bagi kita semua. Di setiap detik, menit, jam, hari dan bebagai macam tempat pasti dapat kita temui kata-kata tersebut. Sebagian besar masyarakat Indonesia merasakan dan mengenyam apa itu yang namanya pendidikan dan teknolgi.

Dunia tanpa pendidikan dan teknologi pasti rasanya hambar dan tidak bernyawa. Perlu diketahui pendidikan dan teknologi sudah biasa kita temui di zaman prasejarah. Ini membuktikan kalau pendidikan dan teknologi sudah dapat dirasakan sejak dulu. Masih ada yang tidak percaya…….??? Dapat kita lihat dari segi pendidikan, yaitu cara-cara mereka dalam mempertahankan hidup. Dari cara mereka berburu makanan dan bercocok tanam. Keahlian yang mereka dapatkan dari insting dan naluri mereka agar biasa bertahan hidup, dari itulah mereka dapat menyalurkan tradisi kapada anak-anaknya sehingga ini menjadi bahan pendidikan bagi mereka. Sedangkan dari segi teknologi, mudah sekali kita temui di setiap museum. Mau tau………??? Ya. Adalah peralatan berburu mereka dan alat-alat lainya. Walaupun masih terbilang tradisional tapi sangat berguna pada kehidupan pada zaman prasejarah dulu. Misalnya saja nekara, pisau, kjoken modinger, kapak genggam, kapak penetak. Dengan kita mengunjungi museum berarti kita mencintai dan bisa menjujung tinggi teknologi masa zaman prasejarah.

Pendidikan, ya….???

Pertama, kita mulai sedikit mengulas tentang pendidikan yang akhirnya nanti bisa muncul berbagai macam teknologi. Pendidikan merupakn suatu proses suatu pengajaran yang dimana natinya kita dapat mendapatkan suatu ilmu, pengetahuan, wawasan dan pengalaman. Ada berapakah macam-macam pendidikan…??? Macam pendidikan ada 3, yaitu pendidikan formal, non formal dan Informal. Pertama pendidikan formal, merupakan pendidikan yang kita tempuh dengan tujuan untuk mendapatkan ijazah sebagai bukti bahwa kita telah selesai menyelesaiakn sekolah di setiap jenjang. Singkatnya pendidikan formal dapat kita peroleh di bangku-bangku sekolah. Pendidikan non formal merupakan pendidikan pelatihan, seperti belajar kelompok, sharing dll. Sedangkan pendidikan Informal merupakan pendidikan dari dalam lingkup keluarga. Tapi disini pendidikan yang paling utama barasal dari orang tua dan keluarga. Mengapa demikian….??? Karena orang tua dan leluarga sangat tahu pendidikan apa yang paling terbaik bagi kita. Tidak hanya itu sebelum kita melakukan proses pendidikan orang tua harus menanamkan nilai moralitas dan budi pekerti luhur agar nantinya dapat menfilter apa-apa saja yang mereka dapatkan di luaran sana.

Pendidikan bisa melahirkan bermacam-macam teknologi. Kok, bisa……???

Jawabannya tentu saja bisa, karena dengan adanya pendidikan apapun bisa bermunculan, ini dapat kita sebut sebagai fenomena, misalnya saja yang sekarang lagi ngetren-ngetrennya yaitu facebook, twitter, dan situs jejaring pertemanan lainnya. Tetapi tidak hanya dijadikan fenomena saja, banyak sekali manfaat dari ini semua demi kemajuan suatu Negara. Dapat diambil contoh negara Cina, Cina baru-baru ini menciptakan computer super duper cepat di dunia yang diberi nama Milky Way yang telah dikembangkan National University of Defense Technology, sebuah akademi kemiliteran di Cina.

Tuch,…!!! Betapa erat hubungan antara pendidikan dan teknologi. Tapi perlu diketahui antara pendidikan dan teknologi untuk kekekalannya sangat berbeda. Pendidikan yang peroleh dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak sedangkan teknologi kekekalannya tidak sebegitu lama dan mudah rusak.

Pendidikan dan teknologi yang biasa kita sebut dengan kata IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) memiliki peranan penting dalam berbagai dunia, mulai dari politik, sosial, dagang/kerja sama, dan sebagainya. IPTEK beguna untuk mengentas suatu kemiskinan dan hal-hal negatif lainnya, mendongkrak stabilitas pembangunan, meningkatkan mutu sumber daya baik dari SDM ataupun SDAnya, dan juga dapat menjajarkan negara-negara yang kurang berkembang dan maju agar bisa menjadi negara berkembang dan maju. Dapat kita rasakan, dulu kita bepergian yang hanya menggunakan dokar sekarang kita bisa menggunakan alat transpoatasi modern seperti mobil, pesawat terbang dan lainnya.

Di era modernisasi dan globalisasi ini kita harus benar-benar bisa survive dan mandiri, karena hukum alam bisa saja kembali, yaitu yang kuat dia yang menang. Seperti halnya negara yang kurang IPTEKnya dia akan mudah terkucilakan oleh negara yang kuat IPTEKnya. Tak hanya itu juga pengaruh nilai moral nilai-nilai penting juga bepengaruh dalam nama baik suatu negara, karena setiap negara yang maju IPTEKnya tidak mau tercoreng karena hanya moral penduduknya yang tidak baik.

Begitu besar manfaat yang ditimbulkan dari IPTEK namun begitu besar pula kerugian dari adanya IPTEK. Perlu kita sadari sesuatu apabila mengandung suatu manfaat disamping itu juga pasti ada efek dan dampak negatif yang datang sehingga kita harus benar-benar jelih dalam penerimaan dan pemakaiannya. Tak hanya itu banyak sekali dampak negative dari IPTEK yang berlebihan dan tidak terkontrol. Misalnya saja penyalah gunaan IPTEK, yaitu kasus bom Bali yang dilakukan Amrozi dan teman-temanya, yang hangat-hangatnya kasus pemanasan global (Global Warming) yang sampai saat ini masih menjadi ancaman dunia.

Semua berjalan dengan searah dan seimbang namun kita bisa mengendalikan berbagai dampak dari yang negative atau yang positif dengan diimbangi dan dibarengi dengan nilai moral, keimanan, dan yang terpenting kesadaran setiap penikmat IPTEK. Agar apa yang diharapkan dari adanya IPTEK yaitu dapat mensejahterakan masyarakat dapat terwujud adanya.

Langkah Berat yang tak kan Terhenti

Seiring waktu yang menemani kegelisahan hati atas ketidaksempurnaan pada diri, begitu banyak teka-teki kehidupan ini dan apakah semua jawaban itu tersembunyi atau memang tak kan kudapati.

Ku hanya manusia biasa yang kini telah beranjak dewasa, ku bukanlah pemilik segala tapi ku juga bukan orang yang tak punya apa-apa. Kekurangan banyak melilit pada diri dari aku yang tak cukup pintar, tak cukup proposional dari fisik, tak ada yang lebih yang dapat dilihat dari diriku. Tapi ku memiliki sesuatu yang berharga dalam hidup ku yaitu adalah cinta dari keluarga yang selalu setia mendukung dalam setiap perbuatan yang ku coretkan dalam lembar perjalanan hidupku. Meski aku tau dan merekapun tau bahwa aku tak pernah menjadi yang terbaik, namunku selalu berusaha untuk hal itu. Melangkah bersama seorang sahabat merupakan anugerah terindah yang tak terpungkiri, dimana mereka dapat memotivasi atas diri untuk menjadi lebih berani menatap cerahnya langit biru yang dilukiskan sang Pencipta dan menjadikanku untuk belajar dalam segala hal pengembangan diri serta pembekalan yang masih perlu diperbaiki.

Ku mengenal cinta tapi ku tak mendapatkan cinta yang ku ingin, akupun berpikir mungkin bukan saatnya aku tuk memikirkan hal tersebut karena aku masih terlalu lugu dan polos untuk disakiti oleh yang namanya cinta meski ku tau bahwa sebenarnya ku telah pantas untuk merasakan cinta.

Aku, nama ku adalah Kansa Sabrinegea keturunan orang Jawa dan Kalimantan. Mama ku dari Jawa sedangakan ayahku dari Kalimantan, watak yang sedikit berbeda antara orang Jawa dan Kalimantan, dimana mama ku lebih pada kelembutan dan kasih sayang penuh dalam mendidik anak-anaknya. Bebeda dengan ayah ku, beliau lebih pada kedisplinan dan menanamkan pada diri anak-anaknya untuk menjadi seorang yang mampu bertanggung jawab.

Orang-orang biasa memanggil ku dengan panggilan Gea, aku termasuk orang yang manja begitu kata para sahabat ku tercinta dan orang yang telah mengenal aku lama atau baru kenal saja, wajarlah mereka berstatment demikian karena ku memang anak bungsu dari 3 besaudara dan akupun juga sependapat dengan mereka semua “hehehhehe”.

Ku telah menempatkan diri di bangku perkulihan, perbedaan yang sangat luar biasa yang kurasakan, banyak orang asing disekeliling ku, dan bentuk kompetisi hebat didalamnya .

Semester 1 telah terlewati, aku tak merasa puas dengan hasil belajar ku selama 6 bulan. Ketidakadilan itu yang kurasakan, aku telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas kuliah dan tepat pada waktunya, sedangkan anak yang telat dalam pengumpulan tugasnya.. sama saja hasil belajarnya dengan aku. Padahal dosen berkata “Terakhir pengumpulan tugas besok”, dari sini artinya dosen tersebut tidak akan menerima pengumpulan tugas yang telat, “Apa aku yang salah menafsirkan perkataan tersebut” Tanda Tanya memenuhi benakku. Semua itu palsu buat aku, mau ngumpulin kapan saja akan sama hasilnya. Ku kecewa dengan semua ini….

Dendam ku masih berkecamuk hingga ku telah mendapatkan materi baru pada semester 2, ku benci, ku jengkel, ku marah. Mata kuliah yang ku percayai bahwasannya aku akan mendapatkan nilai sempurna yaitu A justru ku mendapatkan B. Apa salah ku??? ku bekerja keras untuk mata kuliah tersebut, ku menyukainya, hasil kerja ku pun tak mengecewakan dan dari pandangan orang yang menilai pekerjaan ku pun berkata itu bagus.

Tapi dari perjalanan semester 2 kini ku sedikit memahami apa itu yang disebut mahasiswa, apa itu bangku perkulihan, apa itu organisasi………

Semua itu karena ku telah menemukan teman baik dalam kelas yang sering kali memberikan pencerahan dan pengetahuan baru yang selama ini belum ku dapati dia adalah Nesa anak yang aktif dalam berorganisasi, serta aktif mengikuti perjalanan drama politik yang begitu dramatis dan tragis untuk disimak (capek bila bahas politik di Negara ini, gak ada titiknya, semua koma,,,,,,, “hehehhehehe..”).

Nesa mampu sedikit banyak merubah sudut pandang hidup ku untuk lebih berani bervokal dimuka umum ataupun untuk menyuarakan perasaan hati, ku senang bisa mengenalnya karena dia bisa menerima aku apa adanya, karena ku jauh berbeda darinya. Dia sosok yang kritis, pandai dalam berorganisasi dan aku hanyalah sebaliknya. Aku diajarkan banyak hal untuk menjadi mahasiswa yang sesugguhnya, mengikuti seminar, pelatihan, dan diskusi kecil membahas situasi yang sedang mencuat dipermukaan membuat aku lebih tahu banyak sesuatu dan akupun ingin sedikit merubah pola pikiranku setelah mengikuti pembelajaran-pembelajaran semua itu.

Rasa amarah akan hasil semester 1 masih membekas dihati (seperti lagunya laluna), tapi setelah mendengar kutipan dari seorang pemateri dari pelatihan yang aku ikuti, ku sedikit mempunyai pencerahan atas hal itu “Kegagalan bukanlah tercipta karena ulah orang lain, melainkan dari diri sendiri, hingga koreksilah diri kalian untuk belajar dari kegagalan dan mencapai keberhasilan”. Dari pelatihan itu ku mencoba untuk mengkoreksi diriku, dan kini ku tahu sesungguhnya ku tak pentas menyalahkan semua yang telah terjadi hingga ku harus terpuruk meratap hasil belajar ku yang menyedihkan. Ku mulai menyukai proses hidup yang kujalani saat ini, PERUBAHAN… Aku menginginkan ini, “perubahan akan terjadi membutuhkan tindakan”. Aku ingin menjadi orang yang lebih dari diriku saat ini, ku ingin menorehkan sesuatu yang hebat hingga keluarga ku bangga akan prestasi yang telah aku capai, aku ingin memberikan sesuatu yang berbeda dalam diriku hingga sahabatku terkesan akan diriku.

Kini ku menjajal apa itu perubahan, sedikit pertengkaran batin karena takut untuk memulai, takut dipandang berbeda, tapi ku mencobanya. Aku sedikit menyibukkan diri ku dikegiatan UKM HIMAFO, disini ku mendapatkan pembelajaran seperti satu tiga pulau telah terlewati dimana ku mendapatkan ilmu tentang fotografer tapi ku juga bisa menerapkan di Mata kuliah ku yang berhubungan dengan hal ini, dan satu lagi disini ku menemukan keluarga baru yaitu teman-teman Himafo. Ku senang dengan aktifitas hidup ku kini seperti iklan Chitato “Life is Never Flat” ku merasakan Greget dalam hidup ada Taste gag monoton lagi.

Dan perubahan terbesar yang aku lakukan saat ini ialah ku memberanikan diri untuk lebih dekat dan menunjukkan sinyal pada si dia bahwaku sesungguhnya memiliki rasa sayang yang berbeda pada orang lain, dimana rasa ini ada hanya untuknya dan tak kan pernah tergantikan dengan yang lain.

Beberapa Bulan Kemudian

Grafik yang mengerucut terjadi dalam hidupku, Tak kusangka tak kuduga, ketika ku menginjakkan kaki ku disemester 4, aku merasakan kesempurnaan dalam hidupku. Dari langkah yang ku ayunkan dengan berat kini ku bisa lega merasakan perjuangan hidupku dimana tepat diusia 20 ku aku telah meraih secercah mimpiku dari percaan mimpi ku yang berserakan dan kini ku telah mampu menjadikan satu hingga indah tuk dirasa.

Aku Kansa Sabrinegea tepat usia 20 aku menjadi ketua di UKM yang aku ikuti, meraih IP yang hampir sempurna 3,80 mendapatkan beasiswa yang sedikit membantu aku dalam materi tuntutan perkulihan, dan anugrah terindah yang kumiliki serta melengkapi hidupku yaitu dia seorang yang ku idam-idamkan kini telah menjadi kekasihku (sang pujaan hatiku).

Kekurangan tak akan menghambat laju untuk lebih baik, jadikan suatu motivasi terhebatmu dan berpikirlah lakukan perubahan sepenuh hati tanpa terbesiit sedikitpun keraguan yang melintas dalam perjalanan diri, hingga akhirnya akan tercapai indah pada saatnya.

SEKIAN

Pemanfaatan Komputer untuk Kemudahan dalam Pencarian Buku di Perpustakaan

Pentingnya komputer disuatu perpustakaan merupakan salah satu faktor yang menunjang didalam pencarian sebuah buku. Setelah saya kuliah di universitas negeri surabaya ini, saya menemukan sesuatu hal yang baru yang mengejutkan saya yaitu dengan adanya suatu kecanggihan teknologi yaitu berupa sebuah komputer dimana komputer tersebut yang awalnya saya kira digunakan oleh para karyawan yang menjaga perpustakaan itu sendiri ternyata setelah saya amati beberapa lama kemudian komputer tersebut ternyata adalah salah satu alat yang digunakan untuk kepentingan mahasiswa itu sendiri, dimana komputer tersebut juga telah terisi data-data berupa susunan buku yang telah dikelompokan sehinga hal ini memudahkan mahasiswa dalam mencari sebuah buku yang akan dicari.

Hal ini belu pernah saya temukan ketika saya duduk dibangku SMA dahulu. Semuanya berbanding terbalik 180’ , yang dulunya perustakaan disekolah saya ini adalah perpustakaan yang menurut saya sudah lengkap dengan adanya fasilitas-fasilitas yang tersedia diperpustakaan tersebut. Ternyata persepsi saya itu salah. Fasilitas-fasilitas yang ada diperpustakaan sekolah saya ini adalah masih termasuk faslitas yang tradisional dimana untuk mencari suatu buku kita harus membuka suatu almari dari kayu yang berbentuk kotak-kotak kecil yang didalamnya berisi kertas kecil berwarna kuning, dimana kertas kuning tersebut adalah kertas yang bertuliskan judul buku beserta pengarang, dan penerbitnya.

Sesaat saya berkunjung kembali ke SMA tempat saya menimba ilmu. Dengan bekal pengetahuan yang saya dapat tak lama kemudian saya langsung berjalan menuju perpustakaan dan bertemu langsung penjaga perpustakaan saya diwaktu saya SMA dulu. Kemudian saya sempat bertanya bagaimana pekembangan perpustakaan sekarang ini. Beliau menyambutnya seperti biasa tidak ada perkembangan yang pesat di perpustkanaan ini. Kemudian dengan adanya bekal tadi saya menyarankan komputer tadi sebagai salah satu alat yang bisa membantu perkembangan perpustakaan ini. Hal tersebut akhirnya diterima dengan baik.

Pengembangan fasilitas seperti hal tesebut memang sangat perlu dilakukan. Selain agar para siswanya tidak gagap teknologi yang saya alami, hal tersebut juga akan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang sangat perlu dilakukan agar wawasan siswa dan para guru tentang teknologi seperti itu tidak tertinggal.

Tidak hanya hanya itu saja diharapkan dengan adanya hal tersebut wawasan pengetahuan warga sekolah tentang dunia luarpun akan semakin luas. Dengan pesatnya perkembangan teknologi di lingkungan masyarakat kita sekarang ini khususnya di SMA tempat saya menimba ilmu dahulu, saya berharap masyarakat dan warga sekolah dapat memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik dan benar serta tidak menyalahgunakan teknologi tersebut untuk kepentingan-kepentingan yang tidak selayaknya mereka pakai.

PEMBAJAKAN MEMPERSEMPIT WAWASAN MAHASISWA
Banyak para dosen secara sengaja maupuntidak sengaja telah mempersempit wawasan mahasiswa tentang software. Pada dasarnya banyak pula para dosen telah memaksa mahasiswa untuk melakukan pembajakan pada software. Bagaimana tidak, seringkali terlihat dosen mengajar dengan program “A” sampai turun menurun tetap menggunakan program ”A” (walaupun versi barunya), seakan akan tak ada software lain yang bisa menggantikan si program “A”. lagi pula jelas jelas program A merupakan program berbayar, yang juga tidak murah.
Jadi mau tidak mau mahasiswa juga mengikuti sang dosen apalagi ditambah pesan dari dosen, yang menyatakan mahasiswa harus mengumpulkan dengan program “A”. kondisi seperti ini membuat mahasiswa mau tak mau harus memakai program A.
Seperti halnya dengan program SPSS, program ini sangat populer dikalangan statistika. Pada kasus dewasa ini dosen sering menggunakan progarm ini dan mahasiswa disuruh mengumpulakan dengan format ini pula. Setelah saya search di Internet ternyata harga untuk program SPSS ini lumayan mahal, saya lihat untuk kalangan komersial seharga $1,599 dan untuk kalangan mahasiswa seharga $619, jika dikalikan dengan harga dolar ($1 = Rp. 9.300,00) maka mahasiswa harus merogoh kantongnya sebesar Rp. 5.756.700,00 lumayan murah bagi mahasiswa yang tak tahu program free. Tapi jika dilihat dari segi mahasiswa mana mungkin ada yang mau merogoh kantongnya sampai lima juta, kebanyakan dari mereka menggunkan bajakannya.
Apakah dosen mengajarkan mahasiswa membajak?? Sebenarnya dosen tak menyuruh seperti itu tapi sadar atau tak sadar dosen akan mendorong mahasiswa melakukan pembajakan jika melihat kondisi dari mahasiswa.
Untuk itu harusnya dari kalangan dosen mempertimbangkan fungsi dan harga, jika ada program gratis yang dapat mencukupi kebutuhan mereka mengapa mereka tak beralih kesana?

Sesal Si Arya

Saat itu pukul 7 pagi, terdengar riuh ramai anak-anak SMA Kemala Bhayangkari di koridor-koridor sekolah. Ada yang berlari ke kelas karena belum ngerjain tugas alias PR, ada yang masih sibuk dandan, ada yang udah nongkrong di kantin sekolah, ada juga yang belajar d kelas. Tak jauh dari gerbang pintu sekolah masuklah sebuah mobil mazda sport mewah warna merah berhenti tepat di depan koridor utama sekolah. Turunlah seorang anak laki-laki tampan,bertubuh atletis dari mobil itu.

“Aryaaaa........” terdengar teriakan dari arah koridor utama. “Aryaaaaa........” terdengar suara teriakan lagi dari arah perpustakaan. “Aryaaaaaaaa.......” nah kalau sekarang dari arah lapangan basket. “Aryaaaa.....Aryaaaaa........Aryaaaaa.....” hampir semua cewek d sekolah itu memanggil nama Arya, lebih tepatnya lagi meneriaki nama Arya.

Yah, cowok tampan bertubuh atletis itu bernama Arya. Hampir semua cewek di sekolah itu tergila-gila pada sosoknya. Dia menjadi satu-satunya ikon cowok ganteng di sekolah itu, banyak prestasi yang sering di dapatinya terutama di bidang olahraga basket dan satu lagi yang paling membuatnya sempurna yaitu dia tajir abiz. Bokapnya itu salah seorang konglomerat tersohor di Jakarta. Segala fasilitas mewah tersandang pada dirinya.

“ Sob,party this night Colours ? Kuat 5 putaran cuyy....” Kata Roni teman dekatnya. “Atur aja boi....Gue ikut apa kata lo. Pokoknya sediain aja tuh cewek-cewek seksi.” Balas Arya. “Hahaha....gue suka itu. Okelah sob, sampe ketemu ntar yah. “ Roni pergi meninggalkan kelas Arya.

“Arya sayang....dateng ke party gue yah besok.” Kata Qeena, cewek seksi yang juga tergila-gila padanya.” Gue usahain deh.” Sahut Arya. Tiba-tiba Vian datang dan langsung duduk di sebelah Arya.

“ Bro..nih liat apa yang gue punya.” Kata Vian sambil nyengir dan nunjukin sebuah jam merk Oakley yang keren banget.” Hmmm... dapet dimana lo tuh jam tangan ? Dapet nyolong yah lo ...hahahaha.” Arya ketawa kenceng tapi tetep nggak mengurangi kegantengannya. “ Buset....sialan lo. Niy gue dapet dari si Vanya boi...biasa harus ada fasilitas plus-plus nya dulu.” “Lo kan tau gue...siapa siy yang gak mau kasih plus-plus ke cewek se seksi Vanya. Dapet bonus jam tangan mewah lagi.” Cerita Vian menggebu-gebu.

“ Klo lo siy kambing di bedakin juga mau. Hahahahaha ....” Kembali si Arya tertawa terbahak-bahak. “Ah lo ya’ ... ya udah deh gue mo ke toilet dulu.” “ Eh ian, ntar malem Hard Rock boii ...” “ Siip....” Vian memberikan tanda jempolnya.

Nggak lama kemudian pak Andre guru fisika kelas IPA 1-A dateng. Pelajaran pun di mulai seperti biasa. Tapi hari ini pelajaran fisika membuat mood si Arya jadi buruk pasalnya belum ada lima menit di mulai pak Andre udah ngasih seabrek tugas. Akhirnya Arya keluar menuju kantin.

Pas nyampai kantin, ternyata si Arya genk udah standby duluan di situ. “Eh..Lo semua ngapaen juga ikut-ikutan ke sini ” kata Arya. “ Woi sob...sini sini, santai dulu di sini kenapa.” Vian memberikan tempat duduknya ke Arya. “ Kenapa lagi ma guru lo..” Sahut Roni. “ Biasa boi, bete gue ...cabut aja yok “ Ajak Arya.

“ Ayo, hangout kemana gitu...gue juga bete” Sahut Vian. Mereka pun akhirnya keluar ninggalin sekolah, melajukan mobilnya ke Pizza Hut daerah Diponegoro untuk lunch, lalu ngelanjutin perjalanan ke mall Tunjungan Plaza.

Malem pun dateng dan ketiga orang itu pun sesuai rencana pergi ke Colours. Jam 11 teng mereka berangkat, bergaya sungguh parlente dan keren-keren banget.

Kemana mereka hangout, disitulah para cewek-cewek seksi mengikutinya.Pergaulan hidup yang glamour dan hura-hura itulah yang menjadi kesehariannya. Pola hidup yang seperti inilah yang membuat seorang Arya menjadi orang yang

sangat-sangat sombong, seorang yang sangat menilai derajat orang lain dari segi fisik. Selalu harus bisa mendapatkan apa yang diinginkannya dengan jalan apapun itu.

Tak mau Arya berteman dengan anak kalangan menengah ke bawah. Serasa dia berada di antara jamur-jamur pengganggu hidupnya jika dia berada di tengah-tengah mereka. Kemewehan yang di puja olehnya seakan telah mendarah daging dalam dirinya.

Roni, Jason dan Vian adalah teman-teman terdekat Arya. Kemanapun dia pergi, ketiga orang itu slalu mengikuti seperti menjadi bayangan si Arya.

Tak lama kemudian, setelah dapet seminggu mask sekolah kembali karena habis libur ujian semester. Dateng seorang murid baru ke kelas IPA 1-A, kelas dimana Arya menuntut ilmunya. Dengan baju yang sudah kumel, berkancing hingga penuh atas leher, celana di atas tumit, dan dengan kacamata lebar berdiri di depan kelas memeperkenalkan diri. “ Selamat pagi teman semua, kenalin nama aku Aldo.” Aldo mencoba memperkenalkan dirinya. “ Huuuuu....” semua anak di kelas itu menyoraki si Aldo begitu pun Arya.

Setelah memperkenalkan diri, Aldo mencari tempat duduk dan dia melihat sebuah bangku kosong di sebelah pojok utara dan itu tepat di sebelah kanan bangku si Arya. Dengan wajah jijik Arya memandang Aldo dari atas sampai ke bawah, lalu Aldo pun menyunggingkan senyumnya yang lebar ke arah Arya. “ Arrrggghh ... !!!” Arya pun teriak dan lari keluar dari kelas. “ Arrrgghh....Amit-amit deh tu anak, bikin alergi gue kambuh. Tuh kan jadi gatel-gatel nii gue.” Di depan kaca toilet Arya tergeli-geli sendiri. Karena jam ini jamnya Bu paling killer di sekolah jadi Arya nggak mungkin meninggalkan kelas begitu aja. Dengan terpaksa dia kembali ke kelas, kembali bertemu dengan cowok aneh itu.

“ Hai...aku Aldo” sapa Aldo ketika Arya kembali ke kelas dan duduk. “ Apa lo liat liat, sapa juga mo kenalan ama lo hah !!.” Bentak Arya. “Kamu Arya yah, kamu terkenal banget di sekolah ini.” Lanjut Aldo.

Arya sudah nggak betah lagi duduk di sebelah Aldo. Aldo memang anak yang paling sederhana dan cupu banget, jauh dibanding anak-anak sekolah itu. Aldo memang berasal dari keluarga nggak mampu, dia berhasil masuk ke SMA Kemala Bhayangkari karena dia mendapat beasiswa prestasi dari pemerintah. Aldo anak yang pintar, dia juga baik hati.

Lepas sekolah di Coffe Corner. “ Gila, mimipi apa gue semalem ketemu cowok super duper aneh dan menjijikkan di kelas. Langsung alergi gue kambuh tau gag.” Gerutu Arya pada teman-temannya. “ Hahaha... Emang ada hantu apa di kelas lo !!” ketawa Rino. “ Ini udah lebih dari hantu boi, sumpah jijik gue. Tadi ada anak baru masuk kelas gue. Duh gayanya bikin muak.” Arya masih merasa geli gara-gara kejadian tadi.

“ Wah sip banget tuh anak, bisa gue kerjain abis-abisan.” Celetuk Vian. “ Hmm...boleh banget tuh, lama juga gag ngerjain anak-anak aneh.” Sahut Rino di ikuti anggukan Arya.” Pokoknya sampai dia merasa nggak betah sekolah disini.” Tambah Arya.

Keesokan harinya rencana itupun berjalan juga. Karena anak baru, jadi Aldo nggak tahu suasana sekitar sekolah, Arya berlagak jadi baik di depan Aldo padahal dia sangat jijik dengannya. Arya mengajak Aldo berkeliling sekolah, semua anak-anak memandang aneh Aldo dan Arya, terutama si Arya karena dia itu anak yang terkenal paling cool, paling glamour satu sekolah, nggak mungkinlah dia jalan bareng cowok super aneh itu. Arya menyadari kalau dia sedang jadi pusat perhatian teraneh, tapi Arya mencoba mengacuhkannya. Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Aldo. Setelah puas putar-putar sekolah, sampailah mereka di sebuah ruang kosong. Di situ Aldo di kerjain abis-abisan ma Arya and the genk.

Kejadian itu berlangsung terus menerus setiap hari. Tapi Aldo tak pernah sekalipun membalas perbuatan mereka. Karena Aldo mengerti kalau mereka itu nggak suka akan kehadirannya disini. Tapi Aldo harus bertahan demi Orangtua mereka yang sangat mengharapkan putranya menjadi orang yang sukses bisa mengangkat derajat keluaraga. Aldo ingin sekali mereka bisa menerimanya sebagai teman.

“ Arya, kenapa sih kamu dan teman-temen kamu nggak bosan-bosannya ngerjain aku.” Kata Aldo tiba-tiba. “ Lo pengen tau kenapa ? Gue ama temen-temen gue gak suka akan kehadiran lo disini. Kita jijik kumpul ma orang-orang kumuh kayak lo !” jawab Arya ketus.

Tapi dari apa yang di bicarakan Arya pada Aldo membuat Aldo merasa aneh, seperti ada suatu hal yang di sembunyikan Arya pada teman-temannya. Dari sinilah Aldo ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Arya. Dia mencoba cari tahu alamat Arya dari TU, dan dia pun mendapatkannya dengan mudah.

Keesokan sorenya setelah pulang sekolah, Aldo mulai mencari tahu dmana rumah Arya. Dan apa yang terjadi setelah dia tahu rumah Arya, ternyata rumah itu telah disita oleh bank, karena papa Aldo nggak sanggup membayar semua hutang-hutangnya pada bank, jadi seluruh harta dan rumah Arya di sita. Aldo mendapatkan semua berita ini dari orang yang ada di sekitar rumah Arya.

Esok hari setelah pulang sekolah, Aldo mencoba mengikuti kemana Arya pulang. Ternyata Arya dan keluarganya sekarang tinggal di sebuah rumah kontrakan yang kecil dan sederhana tak jauh beda dengan keadaan rumah Aldo. Di depan rumahnya ada sebuah kios kecil tempat ibunya berjualan. Aldo pun menuju kios itu. “ Selamat siang bu.. “ sapa Aldo pada ibu setengah baya yang masih terlihat cantik terawat.” Selamat siang nak, mau beli apa yah ?” tanya ibu cantik itu menawarkan dagangannya. “ Oh nggak bu, saya cuman mau tanya”.” Tanya apa ya nak ?”.”Apa betul ini rumah Arya bu ?” lanjut Aldo bertanya. “Iya nak betul ini rumah Arya, kamu teman Arya satu sekolah ?.” “Iya bu, saya teman Arya satu kelas,Arya ada bu?.” Jawab Aldo. “Oh,mari silahkan masuk nak,itu Arya.” Ibu itu menunjuk ke arah Arya yang baru saja sampai di rumah, dan memanggilnya “ Arya,ini ada temanmu nak.”

Arya langsung memberhentikan langkahnya dan berbalik setengah kaget.

“Hai Arya..”sapa Aldo.”Lo...ngapain lo kesini. Tau darimana lo rumah gue” tanya Arya yang kaget setengah mati lihat siapa yang datang ke rumahmya. “Nggak perlu aku kasih tau darimana aku dapet alamat rumah kamu yang baru ini.”

“Mau apa lo kesini, udah puas lo liat gue sekarang !!.”

“Aku bener-bener nggak punya maksud apa-apa kok, aku cuma pengen berteman ma kamu. Kenapa akhir-akhir ini kamu sering menjauh dari teman-teman se genk mu ?”.”Apa peduli lo...lo liat kan sekarang gimana keadaan gue.”.” Aku peduli sama semua teman-temanku terutama kamu Arya. Aku nggak perduli mau kamu kaya atau miskin, kamu tetap aku anggep temenku.”

“Sudahlah Arya, buat apa kamu terus-terusan berbohong seperti ini. Aku sudah tau semua cerita tentangmu dan keluargamu.” Tutur Aldo menjelaskan.

“ Sekarang gue musti gimana, kalau gue ngaku ke temen-temen klo sebenarnya gue ini udah gak setajir dulu, bisa di kucilin gue ma mereka semua. Dan gue gak mau itu terjadi.”.” Aku yakin pasti mereka ngerti bagaimana kondisi kamu sekarang ini, dan mereka pasti bisa menerima itu.” Jelas Aldo.

“ Gue takut aja mereka nggak bisa terima gue apa adanya gue.” Lanjut Arya.” Gue minta maaf ya Aldo, gue nyesel do, udah bikin lo nggak betah di sekolah dengan kelakuan gue dan temen-temen gue. Ternyata lo nggak sejelek yang gue pikir selama ini. Gue sadar gue terlalu sombong jadi orang, gue selalu memandang dari segi fisik mereka.” Kata Arya penuh penyesalan.

“Sudahlah Arya, nggak perlu kamu minta maaf , aku sudah maafin kamu sebelumnya. Sekarang kita berteman kan ?”. “Lo sekarang bukan sekedar temen gue, lo mau kan jadi sahabat gue Do..?”. Aldo pun tersenyum dan memeluk temannya yang bernama Arya itu. Dan mereka pun kini menjadi sahabat baik.

Pesan yang dapat kita peroleh dari cerpen ini adalah bagaimanapun keadaan kita, janganlah kita menjadi orang yang sombong karena roda itu selalu berputar,tatkala kita berada di atas dan tatkala kita berada jauh di bawah. Semakin tinggi pohon, pasti akan semakin kencang anginnya, ketika kita tak sanggup menahan angin itu kita akan roboh dan jatuhnya pasti akan lebih sakit.

Ujian Nasional Yang Selalu Ramai Dibicarakan

 

Masalah Ujian Nasional selalu ramai dibicarakan dari tahun ke tahun. Tiap tahun siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional selalu mempersiapkan dengan berbagai bimbingan belajar, orang tua menyiapkan materi untuk mendukung putra-putrinya, pihak sekolah juga menyiapkan berbagai pengayaan dan uji coba seputar bahan Ujian Nasional, hingga pemerintah menyiapkan materi pokok Ujian Nasional.

 

Meskipun masalah Ujian Nasional ini selalu ramai dibicarakan, tetapi menurut masyarakat luas hal ini tidak perlu dilakukan karena termasuk hal yang merugikan. Mengapa masyarakat luas menganggap hal seperti ini termasuk hal yang merugikan? Tentu saja kita telah mengetahui jawabannya yaitu syarat kelulusan yang sangat memberatkan. Kriteria kelulusan dalam Ujian Nasional merupakan suatu hal yang sangat mutlak. Jika ada siswa yang tidak bisa mencapai standar yang ditentukan, maka siswa tersebut tidak bisa dikatakan lulus dalam menempuh pendidikan.

 

Miris memang untuk membicarakan masalah ini, tetapi perlu kita telaah. Ujian Nasional yang diikuti oleh seluruh siswa yang terdaftar dalam daftar ikut Ujian Nasional harus disama ratakan kriteria kelulusannya. Kriteria kelulusan yang dibuat tanpa memandang sdm belajar dari tiap-tiap wilayah dan fasilitas yang ada dari tiap-tiap sekolah. Hal ini sangat rancu melihat dan membandingkan sekolah dari kota-kota besar dan sekolah yang berada di desa yang sangat terpencil. Jelaslah terlihat perbedaan presentase kelulusan yang sangat menonjol. Kondisi sekolah di desa-desa terpencil itu tidak bisa dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang berlabel “Internasional” dan “Standart Nasional” yang menumpuk di kota-kota besar.

 

Masalah lain dari Ujian Nasional adalah penentuan kelulusan siswa hanya ditentukan dalam beberapa hari. Bisa dijabarkan disini, sekolah 3 tahun hanya ditentukan tak kurang dari seminggu. Sangat ironis sekali dan ini sangat mempengaruhi kondisi psikis siswa. Dapat menyebabkan siswa stress, grogi atau bahkan gangguan kejiwaan pada diri siswa.

 

Oleh karena itu, saat ini berkembang biaknya lembaga bimbingan belajar untuk siswa yang menghadapi Ujian Nasional. Semakin maraknya lembaga-lembaga bimbingan belajar yang berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas tentor yang mempunyai sertifikat penguji tingkat nasional, soal-soal yang sesuai dengan kisi-kisi Ujian Nasional dan bahkan memberikan fasilitas kelulusan bagi siswa yang mendaftar di lembaga bimbingan belajar tersebut.

 

Uniknya orang tua jaman sekarang juga banyak yang takut akan kriteria kelulusan Ujian Nasional. Berapapun rupiah yang dikeluarkan untuk mendaftar di lembaga bimbingan belajar selalu diupayakan. Sehingga lembaga bimbingan belajar saat ini menjadi tren dikalangan siswa yang menghadapi Ujian Nasional dan orang tua yang mempunyai putra/putri yang akan mengikuti Ujian Nasional.

 

Banyaknya masalah yang terkait dengan Ujian Nasional ini, dapat menjadi acuan untuk perbaikan tahun ke tahun. Faktanya dari tahun ke tahun pelaksanaan Ujian Nasional selalu mempunyai kelemahan dan kelebihan tersendiri atau bahkan akan menimbulkan masalah baru lagi.  

POHON APEL DAN POHON JAMBU BIJI

 

            Di sebuah desa hiduplah Pohon Apel dan Pohon Jambu Biji. Mereka hidup bersama di suatu kebun. Pohon Apel selalu menjadi yang pertama karena kepala desa dan warga desa suka dengan buah apel. Buah apel berwarna merah, mempunyai bentuk yang unik, dan rasa buahnya yang manis membuat semua orang suka. Tetapi beda dengan Pohon Jambu Biji. Kepala desa dan warga desa tidak suka dengan buah jambu biji. Buah jambu biji berwarna hijau, bentuknya bulat tidak rata dan rasa buahnya masam sehingga tidak ada yang suka dengan buahnya.

 

            Suatu ketika istri kepala desa pergi ke kebun untuk memetik buah apel. Setelah buah apel dipetik satu keranjang, istri kepala desa meninggalkan kebun.

Pada waktu itulah Pohon Apel berkata pada Pohon Jambu Biji,

“Lihatlah Jambu Biji semua orang suka buahku karena rasanya yang manis dan enak. Lihatlah dirimu Jambu Biji semua orang tidak suka dengan buahmu. Buahmu masam dan tidak enak, tubuhmu bundar seperti bola pimpong.”

Dengan sombongnya Pohon Apel berkata seperti itu, sedangkan Pohon Jambu Biji hanya bisa diam dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Pohon Apel sadar bahwa perbuatannya itu tercela.

 

            Di rumah kepala desa akan diadakan sebuah acara syukuran dan buah apel menjadi makanannya. Buah-buah apel yang baru diambil dari kebun dikupas kulitnya dan segera dibuat masakan pudding oleh istri kepala desa. Setelah masakan jadi, buah apel diletakkan di sebuah baskom besar di meja makan. Selama acara, semua orang yang datang banyak mengambil pudding apel. Pudding apel habis dengan cepat. Pohon Apel yang dari tadi melihat buahnya dimakan oleh semua orang tersenyum senang karena semua orang suka dengan buahnya. Pohon Apel juga tersenyum sinis pada Pohon Jambu Biji. Pohon Jambu Biji lagi-lagi diam, hanya bisa menangis dan selalu berdoa untuk Pohon Apel.

 

Suatu hari kepala desa jatuh sakit. Menurut dokter yang memeriksa, kepala desa terkena penyakit demam berdarah. Penyakit itu disebabkan karena kepala desa terkena gigitan nyamuk aedes aegypti dan sekarang kepala desa kekurangan sel darah putih. Istri kepala desa memberitahu seluruh warga desa. Warga desa dikumpulkan, Pohon Apel dan Pohon Jambu Biji juga ikut mendengarkan. Istri kepala desa kemudian berkata,

“Kepala desa sedang sakit. Kepala desa terkena penyakit demam berdarah dan membutuhkan buah untuk mengganti sel darah putih yang rusak. Barang siapa yang dapat menemukan buah untuk kepala desa dan membuat kepala desa sembuh dari penyakitnya akan mendapat hadiah berupa satu hektar sawah.”

Para warga yang mendengar berita itu langsung mencari buah untuk kepala desa. Pohon Apel yang dari tadi mendengar berita itu merasa yakin warga desa akan memilih buahnya karena buahnya disukai oleh kepala desa.

Pohon Apel berkata pada Pohon Jambu Biji,”Buah itu tentunya buahku. Buahmu tidak mungkin dipilih karena kepala desa tidak suka dengan buahmu yang tidak enak itu.”

Pohon Jambu Biji,”……”

Para warga desa sedang berkumpul di kebun, mencari buah yang tepat untuk kepala desa. Ada yang memetik buah apel, buah jambu merah, buah jeruk, buah salak, dan buah anggur.

Banyak yang memetik buah apel karena kepala desa sangat suka dengan buah apel. Tetapi salah seorang warga ada yang mendekati Pohon Jambu Biji dan memetik buahnya. Dia mencoba buahnya. Setelah dia merasakan buah jambu biji, dia berpikir bahwa buahnya yang masam pasti bisa mengganti sel darah putih yang rusak. Buah jambu biji kemudian dia petik untuk kepala desa.

Semua warga dikumpulkan kembali, dokter secara langsung menjadi juri dalam perlombaan itu. Semua buah milik warga dikumpulkan kemudian diteliti oleh dokter.

Beberapa saat kemudian dokter telah menemukan pemenangnya. Warga yang sudah menunggu tidak sabar mengetahui siapa pemenangnya, begitu pula dengan Pohon Apel dan Pohon Jambu Biji. Dokter mengumumkan pemenangnya adalah warga yang memetik buah jambu biji.

Pohon Apel marah dengan Pohon Jambu Biji.

Pohon Apel berkata,”Jambu Biji kamu tidak adil. Kamu curang membuat rasa buahmu manis, padahal rasamu masam.”

Pohon Jambu Biji berkata,”Siapa yang curang Apel? Aku tidak membuat buahku manis.” Selama berkata Pohon Jambu Biji juga sesekali berdoa untuk Pohon Apel dan untuk kepala desa agar cepat sembuh.

Kemudian terdengar suara dokter berkata,”Buah jambu biji ini rasanya masam dan mengandung vitamin yang cocok untuk mengganti sel darah putih yang rusak.”

Setelah dokter berkata seperti itu Pohon Apel malu dan merasa bersalah dengan Pohon Jambu Biji.

 

            Keesokan harinya Pohon Jambu Biji merasa senang karena kepala desa sudah berangsur-angsur membaik. Tetapi, Pohon Jambu Biji juga merasa sedih karena teman yang ada disebelahnya merasa kecewa.

 

            Di sisi lain, Pohon Apel merasa bersalah atas perbuatan yang dia lakukan selama ini kepada Pohon Jambu Biji. Sekarang dia bisa merasakan kesedihan yang dirasakan Pohon Jambu Biji yang tidak disukai oleh semua orang. Pohon Apel menyesali perbuatannya dan ingin meminta maaf kepada Pohon Jambu Biji. Tetapi, Pohon Apel malu ketika akan berbicara dengan Pohon Jambu Biji karena dia sudah terlalu jahat kepadanya.

 

            Suatu ketika saat kepala desa memakan buah jambu biji, Pohon Jambu Biji mendengar kepala desa berkata pada istrinya,”Saya masih suka dengan buah apel.” Suatu kabar gembira untuk Pohon Apel, dan Pohon Jambu Biji segera memberitahukan kepada Pohon Apel.

 

            Pohon Apel yang dari tadi diam melihat Pohon Jambu Biji mendekatinya. Pohon Apel ingin semoga Pohon Jambu Biji berbicara padanya. Dan ternyata Pohon Jambu Biji berkata pada Pohon Apel.

Pohon Jambu Biji berkata,”Apel tidak perlu terlalu sedih kita bisa hidup bersama, karena tadi aku dengar kepala desa masih suka dengan rasa buahmu yang manis itu.”

Pohon Apel segera berkata,”Jambu Biji aku minta maaf atas perbuatanku selama ini. Aku terlalu senang dengan diriku dan jahat kepadamu. Sekarang aku sadar semua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.”

Pohon Jambu Biji menjawab,”Aku bersyukur Apel kamu sudah sadar. Sebenarnya dari dulu aku sudah memaafkan sikapmu dan aku terus berdoa agar kamu sadar. Sekarang aku merasa senang. Kita bisa hidup bersama dan menjadi sepasang sahabat yang saling menyemangati.”

Pohon Apel dan Pohon Jambu Biji sama-sama tersenyum.

 

            Beberapa menit kemudian istri kepala desa pergi ke kebun dan sekarang istrinya tidak lagi memetik buah apel saja tetapi juga memetik buah jambu biji. Buah apel yang disukai oleh kepala desa dengan buah jambu biji untuk kesehatan kepala desa sekarang berada di dalam sebuah keranjang yang dibawa oleh istri kepala desa.  Mereka berdua selalu ada di meja makan kepala desa. Di kebun, Pohon Apel dan Pohon Jambu Biji juga menjadi sahabat untuk selamanya.