Cari

BAB II

ISI

A. LANDASAN TEORI

Pengertian secara umum pacaran adalah hubungan antara lawan jenis atau laki-laki dengan perempuan yang mempunyai hubungan khusus dan melebihi dari status teman. Dalam kehidupan remaja pasti mengenal istilah pacaran, kalau tidak kenal maka remaja tersebut akan dianggap kurang pergaulan dan kuno.

Menurut Maslow rasa dicintai dan mencintai merupakan salah satu kebutuhan penting manusia, setelah kebutuhan dasar dan kebutuhan rasa aman. John B. Watson salah seorang penganut behavioristik meyakini bahwa cinta itu ditimbulkan dari adanya rangsangan yang berkenaan dengan kulit pada wilayah erogenous. Pelukan, belaian, usapan dan kecupan halus seringkali digambarkan sebagai manifestasi dari rasa cinta. Sementara itu, dari kelompok Psikoanalis menganggap pentingnya menyusui sebagai bentuk jalinan cinta antara ibu dengan bayi. Menurut John Bowlby bahwa arti penting menyusui tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan rasa haus atau lapar bayi semata, tetapi juga sebagai bentuk “primary object-clinging,” yaitu kebutuhan akan keakraban atau kehangatan melalui kontak fisik dengan sang ibu. Di lain pihak, Erich Fromm (Nana Syaodich Sukmadinata, 2005) mengemukakan bahwa rasa cinta berkembang dari kesadaran manusia akan keterpisahannya dari yang lain, dan kebutuhan untuk mengatasi kecemasan karena keterpisahan tersebut melalui pembentukan suatu persekutuan dengan yang lain. Manusia sebagai individu berdiri sendiri terlepas dari yang lainnya. Karena kesendirian dan keterlepasannya dari yang lain ini seringkali merasa kesepian, merasa cemas, ia membutuhkan seseorang atau orang lain. Berkat adanya situasi ini tumbuhlah rasa cintanya akan orang lain atau suatu hal di luar dirinya. “Every person as a separate individual, experiences aloness. And so we strive actively to overcome our aloness by some form of love” (May, 1968).

Fase remaja merupakan masa perkembangan individu yang sangat penting. Harold Alberty (1957) mengemukakan bahwa masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan yang dijalani seseorang yang terbentang sejak berakhirnya masa kanak-kanak sampai dengan awal masa dewasa.

Masa remaja ditandai dengan adanya berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikis, yang mungkin saja dapat menimbulkan problema tertentu bagi si remaja. pabila tidak disertai dengan upaya pemahaman diri dan pengarahan diri secara tepat, bahkan dapat menjurus pada berbagai tindakan kenakalan remaja dan kriminal.

Penulis memperoleh suatu data dari KISARA (KIta SAyang RemAja) selaku salah satu lembaga swadaya masyarakat di Bali yang sangat peduli terhadap remaja juga menemukan beberapa fenomena. Dari data konseling yang masuk ke Kisara via hotline ‘430200 selama tahun 2008 secara umum didominasi oleh kasus pacaran (60%) dan topic seksulitas remaja (25%). Perlu ditambahkan dari salah satu unit kegiatan Kisara terbaru, yakni Kisara Youth Clinic (KYC ‘9105250) telah berhasil melakukan konseling kepada 212 orang remaja dengan KTD dari periode 1 September hingga 31 desember 2008. Dan dalam suatu survey kuantitatif sederhana yang dilaksanakan oleh KISARA pada tahun 2007 memperoleh fakta bahwa sekitar 155 orang (11%) dari 1412 remaja SMA/SMK di enam wilayah kota/kabupaten di Bali telah memiliki pengalaman melakukan aktifitas seksual aktif

B. PEMBAHASAN

Dari hasil survei 23 dari jumlah 49 mahasiswa Teknologi Pendidikan kelas 2009A Universitas Negeri Surabaya sudah mempunyai pacar. Mereka berpendapat bahwa berpacaran merupakan suatu kegiatan yang asyik dan menyenangkan karena dapat berbagi cerita atau curhat kepada sang pacar apabila ada masalah yang sedang dihadapi dan ada pula yang berpendapat bahwa pacaran dapat melampiaskan hawa nafsu yang terdapat dalam diri. Dalam berpacaran mereka melakukanya di tempat keramaian atau di sepi, mereka merasa percaya diri dan tidak menghiraukan orang yang berada disekitarnya.

Pacaran bisa jadi pengalaman yang indah dan memberikan kita kesempatan untuk tumbuh dan dewasa dalam pengertian dan hubungan dengan lawan jenis. Pecaran memberikan kita untuk belajar cara saling mengerti, mengerti dan menghadapi masalah-masalah yang kadang sulit untuk dihadapi, yang muncul antara anak perempuan dan anak laki-laki. Jika kita jalani dengan benar, pacaran dapat mempunyai tujuan, menyenangkan dan menjadi berkat bagi hidup kita. Jika dijalani dengan salah, pacaran dapat menguras dan mengalihkan kita dari tujuan pacaran yang sebenarnya.

Menurut penulis pacaran bisa menimbulkan dapak positif diantaranya:

Ø Dapat memotivasi siswa atau mahasiswa untuk belajar

Karena itu dapat memunculkan perasaan untuk bersaing dalam studi jika salah satu pasangan mendapatkan nilai terbaik maka dia menjadi motivator untuk belajar lebih keras sehingga yang lain bisa mendapatkan nilai terbaik juga. Selanjutnya, berpacaran juga bisa di jadikan tempat untuk membahas dan membicarakan tentang pelajaran yang sulit.

Ø Dapat memberikan semangat untuk pergi ke sekolah atau kampus

Jika setiap hari kita bertemu dengan pacar kita itu akan menjadi semangat untuk pergi ke sekolah atau kampus secepat mungkin. Karena kita ingin memiliki banyak waktu untuk bersama pacar kita dan tidak akan berpikir untuk melarikan diri dari sekolah atau kampus.

Ø Dapat menghilangkan rasa negatif yang selama ini menjadi masalah bagi remaja yang berpacaran.

Salah satunya adalah hal-hal yang mencurigakan karena kesempatan kita untuk bertemu satu sama lain terlalu sering. Dan Kita tahu apakah pacar kita sedang dekat dengan seseorang apa tidak. Meskipun akan muncul kebosanan, tapi itu tergantung pada masing-masing satu sama lain. Setelah itu, kita tahu bagaimana sikap pacar kita di sekolah atau atau kampus, sehingga kita dapat benar-benar mengetahui dan memahami sifat-sifat pacar kita.

Berdasarkan uraian diatas, kita harus mengambil efek positif dari berpacaran dengan teman satu sekolah atau kampus. Beberapa masalah yang mungkin muncul karena relasi ini sebenarnya tergantung pada individu itu sendiri.

Kapan kita sepantasnya membuka diri untuk berpacaran? Ini adalah suatu keputusan yang harus kita buat. Kita perlu mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kedewasaan dan karakter calon pacar. Pada umumnya tujuan pacaran adalah mempersiapkan diri kita untuk hubungan pernikahan kelak dan membantu kita untuk memilah-milah mana kualitas yang kita sukai dan tidak kita sukai dalam diri pasangan hidup kita. Karena pacaran dapat menuntun pada perasaan jatuh cinta dan dan menuntun kita kepada jenjang pernikahan. Kita perlu menjaga hati dan berpacaran dengan bijak.

0 komentar:

Posting Komentar