Cari

Special Class

Aku deg-degan sekali. Aku berjalan dengan hati-hati dan sembunyi-sembunyi, ketakutanku ternyata terjadi juga. Mereka sudah menungguku di depan pintu kelas. Lima orang paling ditakuti di sekolah. Aga, ketua mereka, mendekatiku. Aku mematung tidak bisa bergerak. Kemudian Ardi dan Vegas menarikku ke gudang. Sedangkan Imey dan Manda berjaga dan mengunci pintu gudang.

Mereka memang dikenal sangat kejam. Mendengar nama salah satu dari mereka saja sudah membuat bulu kuduk berdiri (merinding). Bahkan para guru pun takluk pada mereka. Kenakalan mereka semakin lama semakin menjadi-jadi, mulai dari membuat keributan di kelas, mengerjai temannya, sampai menghajar temannya dan masuk rumah sakit yang sampai saat ini belum bisa masuk sekolah karena belum sembuh.

Karena salah satu siswa SMA BINA BANGSA ada yang masuk rumah sakit karena ulah kelima siswa yang super nakal itu, maka orang tua siswa itu bersama para orang tua/wali murid lainnya datang ke sekolah dan protes agar lima anak itu dikeluarkan saja dari sekolah.

“Ada apa ini?” tanya kepala yayasan yang kebetulan sedang berkunjung ke sekolah.

“Ini pak, para wali murid protes agar Aga, Ardi, Imey, Manda dan Vegas dikeluarkan dari sekolah,” jelas kepala sekolah.

“Memang ada apa dengan mereka?” tanya kepala yayasan karena selama ini beliau tidak mengetahui kenakalan mereka.

“Begini pak, kelima anak ini selalu membuat keributan bahkan sampai mencelakai temannya sekelasnya,” jelas kepala sekolah.

“Kenapa saya sampai tidak tahu?” tanya kepala yayasan lagi.

“Maaf pak, kami pikir kenakalan mereka tidak akan berakibat fatal seperti ini jadi kami membiarkannya saja dan tidak memberitahukannya kepada anda,” jelas kepala sekolah.

“ Apa kenakalan mereka terjadi dari awal masuk sekolah kelas X?” Tanya kepala yayasan.

“Tidak pak, mereka nakal mulai kenaikan kelas 3,” jawab kepala sekolah.

“Sudahlah pak, keluarkan saja,” protes para wali murid.

“Baik begini saja, kami pihak sekolah minta maaf yang sebesar-besarnya. Kami akan berusaha sekuat tenaga kami untuk mengubah prilaku mereka,” kepala yayasan memberikan saran.

“Kenapa mereka tidak dikeluarkan saja dari sekolah?” tanya para orang tua/wali murid.

“Kasihan sebentar lagi kan Ujian Nasional. Jika kami tidak bisa mengubah perilaku mereka maka saya berjanji sebagai kepala yayasan akan menutup sekolah ini, kalian bisa mencari sekolah lain yang lebih bagus lagi dari SMA BINA BANGSA,” janji kepala yayasan.

“Baik kami pegang perkataan bapak tadi,” sahut salah satu orang tua/wali murid.

“Ya,” jawab kepala yayasan.

Dari pembicaraan tadi, kepala yayasan mengambil keputusan untuk membuatkan mereka kelas khusus dengan guru yang diambil dari luar sekolah bahkan dalam proses pembelajarannya akan di diamati langsung oleh kepala yayasan. Mendengar keputusan itu Aga, Ardi, Vegas, Imey dan Manda merasa tidak senang sehingga mereka datang menemui kepala yayasan dikantornya.

“Kenapa harus kami?” protes mereka.

“Karena kalian yang selalu membuat kekacauan di sekolah,” jawab kepala yayasan.

“Kami tidak mau mengikutinya,” protes mereka lagi.

“Kalian tidak bisa membantah. Ini sudah keputusan final agar bisa mengikuti UAN,” jelas kepala yayasan.

Mereka keluar dari kantor kepala yayasan dengan emosi bahkan sampai membanting pintu kantor, namum mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Dari kebijakan yang telah diambil oleh pihak sekolah tentang kelas khusus, kepala yayasan dan pihak sekolah memutuskan untuk meminta mahasiswa UNESA jurusan Teknologi Pendidikan untuk PPL di SMA BINA BANGSA karena mahasiswa Teknologi Pendidikan dirasa mampu untuk merancang pembelajaran yang inovatif sehingga sikap buruk mereka akan berubah. Jika ada yang mau mengajar di sekolah tersebut akan diberi imbalan gaji berapapun yang mahasiswa tersebut minta. Tapi dengan syarat mereka harus mampu mengubahperilaku dan membuat kelima siswa itu lulus UAN dengan peringkat 5 besar disekolah.


Setelah permintaan kepala yayasan SMA BINA BANGSA diumumkan, banyak mahasiswa yang datang mencoba mengajar, namun pada hari pertama saja mereka sudah mengundurkan diri karena dikerjai oleh kelima siswa tersebut. Seminggu kemudian akhirnya ada mahasiswa yang mampu bertahan. Mereka adalah Rio, Andri dan Sandra.

Walaupun selalu dikerjai tapi ketiga mahasiswa ini tetap sabar dan bertahan menghadapi kelakuan kelima siswa karena mereka ingin Aga, Vegas, Manda, Imey dan Ardi menjadi seseorang yang berkelakuan baik dan mendapat nilai 5 besar disekolah walaupun mereka tidak di gaji, itulah tekad mereka. Kelas khusus telah berjalan beberapa bulan. Sikap Aga, Vegas, Manda, Imey dan Ardi sudah mulai berubah mereka sudah tidak lagi mengerjai Rio, Andri dan Sandra seperti awal-awal kelas khusus dimulai karena selalu disuruh mengerjakan soal-soal UAN dan setelah mengerjakan mereka baru di beri penjelasan bagaimana cara menyelesai soal-soal UAN dengan cepat dan benar.


UAN sudah semakin dekat tinggal 2 bulan lagi, segala usaha sudah dilakukan untuk mempersiapkan UAN. Nilai Aga, Vegas, Manda, Imey dan Ardi pun semakin lama semakin bagus terutama Aga walaupun kadang-kadang mengalami penurunan. Karena beberapa bulan ini nilai mereka mengalami penurunan maka kepala yayasan dan tim kelas khusus memutuskan untuk memberikan pembelajaran secara intensif dengan menambah jam belajar. Bahkan mulai hari itu mereka harus menginap disekolah.

“Karena UAN tinggal 2 bulan lagi, kami akan sering memberikan soal-soal latihan

UAN pada kalian,” jelas Rio.

“Ya,” jawab mereka dengan serentak.

“Bahkan kepala yayasan telah memutuskan untuk menambah jam belajar dan mengharuskan kalian untuk menginap di sekolah guna meningkatkan hasil belajar kalian,” tambah Rio.

“Mulai kapan?” tanya Imey.

“Mulai malam ini,” jawab Andri.

“Tapi kami belum meminta izin kepada orang tua kami,” tanya Ardi.

“Jangan khawatir sekolah telah mendapat persetujuan dari orang tua kalian dan mereka juga telah mengirim perlengkapan yang kalian butuhkan,” jelas Rio.

“Ya baiklah kalau begitu,’ jawab Manda.

“Tapi kalian harus mematuhi peraturan yang ada,” tambah Sandra.

“Peraturannya apa?” tanya Imey.

“ Peraturannya sudah ditempel di pintu kelas, kalian bisa melihatnya sendiri nanti,” jelas Sandra menambahkan.

Proses belajar mengajar selesai tepat pukul 11 malam. Hari ini mereka harus bangun tepat pukul 5 pagi untuk berolahraga dan memulai pembelajaran tepat pukul 7 pagi untuk mengerjakan soal-soal try out dan hasilnya cukup memuaskan.


UAN sudah di depan mata, hari ini dan 3 hari kemudian adalah hari yang menentukan lulus tidaknya mereka. Kepala yayasan, kepala sekolah, guru, orang tua bahkan mahasiswa yang telah mengajar mereka selama 8 bulan tidak sabar menunggu hasil ujian keluar. Akhirnya setelah menanti selama satu bulan hasil ujian pun keluar dan ternyata mereka berlima memperoleh nilai tertinggi, tidak hanya disekolah tapi masuk 5 besar se-kota Surabaya. Ketiga mahasiswa yang telah mengajar mereka pun turut bangga dengan prestasi yang mereka peroleh. Karena keberhasilan Rio, Andri dan Sandra yang membuat Aga, Vegas, Manda, Imey dan Ardi memperoleh nilai yang memuaskan, kepala yayasan menepati janjinya yaitu membayar gaji ketiga mahasiswa yang telah bekerja keras merubah sikap siswanya sesuai dengan yang mereka minta. Namun Rio, Andri dan Sandra tidak mau dibayar dan kepala yayasan pun menjanjikan jika mereka lulus nanti mereka akan diterima untuk bekerja sebagai guru di SMA BINA BANGSA. Selain itu Aga, Vegas, Manda, Imey dan Ardi diterima kuliah diperguruan tinggi sesuai dengan yang mereka inginkan.

0 komentar:

Posting Komentar