Cari

UDARA TAK SESEGAR KEMARIN

Ku menghela nafas, kurasakan udara sekitar yang semakin hari bukan semakin segar melainkan bertambahnya polusi dimana-mana, yang dulunya saat saya berusia 7 tahun atau sekitar 13 tahun yang lalu, saya berjalan-jalan di daerah Gondang kabupaten Bojonegoro. Hutan-hutan di daerah tersebut dulunya masih rapat pepohonan, banyak suara burung, dan banyak binatang lain yang hidup didalamnya.

Dan saat itu saya masih menjumpai hutan belantara yang sangat lebat oleh pepohonan di daerah tersebut. Di daerah tersebut sangat asri dan udaranya pun sangat bersih karena jauh dari polusi yang kini menghantui penduduk bumi. Dan sejak beberapa tahun ini hutan-hutan sudah mulai diburu kayunya untuk dijadikan barang-barang yang mempunyai nilai ekonomis. Saya ikut prihatin dengan kejadian ini bagaimana tidak, saya sudah 20 tahun hidup dan tinggal di bumi ini. Bukan itu saja, saya dan semua orang yang berada di bumi ini mengambil dan mengonsumsi oksigen secara gratis.

Tetapi mengapa mereka menghancurkan produsen oksigen, apakah mereka telah berhenti memproduksi oksigen ataukah manusia sudah tidak memerlukan oksigen untuk hidup. Waktu itu saya pernah bertanya kepada orang tua saya mengenai pengerusakan hutan tersebut. Orang tua saya memberi tahu saya “jangan pernah berbuat yang seperti itu karena perbuatan seperti itu merusak ekosistem kehidupan”. Saya dengan sedikit tidak paham tentang penjelasan orang tua saya, saya hanya mengannggukkan kepala saja.

Dan karena semakin sedikit hutan-hutan di Indonesia dan semakin bertambahnya pabrik-pabrik industri semakin besar pula penyumbangan perusak lapisan ozon yang melindungi kita dari sinar ultra violet matahari. Dampak yang ditimbulkan dari pengerusakan hutan itu cukup parah dari tanah longsor, banjir, tidak adanya daya serap akar untuk penyimpan air dan masih banyak dampak negatif yang lain yang disebabkan penebangan pohon sembarangan dan bahkan merusak siklus pergantian musim di bumi.

Udara yang dulunya dapat kita nikmati dengan enaknya sekarang sulit untuk mencari uadara yang segar dan suasana yang nyaman tanpa mendengar suara bising dari mesin-mesin pabrik yang sedang beroprasi. Pada tanggal 22 april merupakan hari bumi sedunia, oleh karena itu kita harus menyelamatkan bumi kita dari bahaya yang mengancam bumi kita. Dan pada akhir tahun 2007 daerah-daerah yang dilewati sungai bengawan solo merasakan betapa ngerinya dampak yang ditimbulkan karena penebangan pohon sembarangan. Oksigenpun mulai menipis karena dampak global warming yang kian memburuk menghantui penduduk bumi. Akankah kisah film 2012 itu menjadi kenyataan, dan apabila kisah tersebut hanya fiktif belaka. Bagaimana cara mengatasi dampak dari keganasan itu.

Benar kata pepatah “tak ada kata terlambat”, kini masyarakat bumi mulai menyadari bagaimana pentingnya hutan untuk kelangsungan kehidupan bumi terutama untuk menghirup udara untuk memompa jantung agar berfungsi dengan baik. Contohnya masyarakat Indonesia yang sudah mulai menggalaikan tanam 1000 pohon untuk kelangsungan hidup. Mungkin dengan adanya program pemerintah ini udara akan menjadi segar kembali dan lapisan ozon akan tertutup lagi oleh oksigen yang dihasilkan oleh pepohonan.

Dan akankah rumor 2012 akan terjadi apabila ozon yang telah rusak bisa kembali berfungsi seperti yang dulu. Dan udara akan kembali bersih, semua akan menikmani udara yang telah di berikan oleh Allah SWT dengan Cuma-Cuma tanpa dipungut biaya sedikitpun. Alangkah senangnya bila hidup ini dijalani dengan udara yang bersih. Kota-kota yang penuh dengan asap kendaraan bermotor akan bisa terkurangi dengan adanya pepohonan, dan masyarakatnya juga akan menikmati udara segar yang di hasilkan oleh pohon tersebut.

Dan akankah sebaliknya, anak cucu kita tidak bisa menikmati udara segar yang semestinya dia peroleh karena kegagalan dari program pemerintah tersebut. Dan bagaimana kelangsungan hidup mereka bila sulit untuk mendapatkan udara segar. Dan untuk itu kita harus membantu untuk mensukseskan program pemerintah tersebut agar udara kembali segar. Jangan lupa untuk menanam pohon untuk kelangsungan hidup duniadan udara pun bisa segar kembali.

Nama : Erika Deny Dwi H S

Kelas : TP 2009 A

NIM : 091024012

0 komentar:

Posting Komentar