KIAT MERAIH PRESTASI DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH
(Non Fiksi)
KARYA ILMIAH
Setiap mahasiswa pasti akan di hadapkan dengan kegiatan penulisan karya ilmiah , sekalipun mereka tidak mengikuti lomba karya ilmiah yang di kompetisikan oleh Dikti maupun lembaga penyelenggara lainnya. Karya ilmiah beragam bentuknya mulai dari makalah , laporan proyek akhir , skripsi , tesis, disertasi, dan lain lain.
Ada beberapa bentuk Karya Ilmiah yang sering di kompetisikan , yaitu :
- Lomba Karya Tulis Mahasiswa ( LKTM )
- Lomba Karya Inovatif Produktif ( LKIP )
- Lomba Rancang Bangun Teknologi ( LRBT )
- Pengembangan Budaya Kewirausahaan Mahasiswa
- Penelitian Inovatif bagi mahasiswa
- Program Kreativitas Mahasiswa
- Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ( LIB )
- Kontes Robot Cerdas Indonesia dan Kontes Robot Indonesia
- Rancang Bangun Jembatan
- Lomba Karya Tulis Presentasi Pemikiran Kritis Mahasiswa
- Lomba Karya Tulis Lingkungan Hidup ( LKTM – LH )
- Lomba Karya Tulis Mahasiswa Berprestasi
- DLL
Beragam bentuk karya ilmiah tersebut , pada tiap bentuk memiliki tata cara format penulisan keilmuan beragam yang dapat di temui dalam berbagai pedoman / panduan penulisan. Tata cara format penulisan bisa berbeda namun jiwa dan penalarannya adalah sama. Tata cara format penulisan merupakan masalah selera dan preferensi perorangan dengan memperhatikan berbagai faktor seperti masalah apa yang sedang di kaji , siapa pembaca tulisan ini dan dalam rangka kegiatan keilmuan apa karya ilmiah di sampaikan . Namun demikian bagi mahasiswa yang mengikuti lomba karya ilmiah , wajib mematuhi tata cara penulisan sesuai dengan panduan yang telah di tentukan. Hal ini penting karena salah satu aspek dalam penilaian merujuk pada komponen yang ada pada format penulisan .
Karya ilmiah yag baik tidak saja menyangkut tata cara format penulisan , penggunaan bahasa , tetapi melibatkan kemampuan kerja yang terkoordinir dalam menyerap informasi , memproses dan menyajikan dalam logika yang runtut, sangat dominan terwujudnya karya ilmiah yang berkualitas .
Sebuah karya ilmiah sudah dapat dipastikan berisi Judul, Perumusan Masalah, Tujuan, Manfaat, Landasan teori, dan Pembahasan. Karya ilmiah PKMI tidak mensyaratkan Landasan Teori, sedangkan karya ilmiah PKM non PKMI dan Rancang Bangun Teknologi secara eksplisit tidak mensyaratkan adanya Pembahasan.
KRITERIA KARYA ILMIAH YANG BAIK
Membicarakan tentang kriteriai karya lmiah yang baik, tiap orang memiliki dasar yang beragam dalam memberikan predikat baik tidaknya suatu karya ilmiah. Bisa terjadi suatu karya ilmiah mendapat penilaian berlawanan oleh dua orang penilai. Kejadian ini dapat dimaklumi karena karya ilmiah memang dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yang masing-masing mempunyai alasan sesuai dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki oleh orang yang menilai.
Ada beberapa faktor dominan yang mewarnai baik tidaknya karya ilmiah , yaitu :
Pertama, karya ilmiah ditinjau dari manfaatnya. Tidak sedikit karya ilmiah yang dibuat memiliki manfaat yang sangat kecil , bahkan tidak bermanfaaat. Kalau dicermati banyak karya ilmiah yang hanya merupakan koleksi tanpa ada tindak lanjut. Kembali pada masalah manfaat karya ilmiah, ada tiga tingkatan manfaat , yaitu :
1. Manfaat terhadap teori , ilimu atau teknologi.
2. Manfaat terhadap pembangunan masyarakat atau negara.
3. Manfaat terhadap lembaga.
Setidak-tidaknya karya ilmiah dapat memberi sumbangan terhadap salah satu dari ketiga aspek tersebut. Untuk mencapai kearah itu langkah awal yang perlu diperhatikan , yaitu kecermatan dalam menentukan masalah.
Kedua , keaslian karya ilmiah. Yang dimaksud keaslian adalah karya ilmiah yang dibuat memang benar-benar baru tidak merupakan pengulangan yang sudah pernah dilakukan .
Ketiga , prosedur metodologi. Pada fase ini perlu diperhatikan latar belakang masalah, perumusan masalah, kajian teori, metode ( survei, eksperimen dll ), populasi dan sample, instrumen, teknik pengumpulan data, desain dan analisis data .
Keempat , tata tulis dan bahasa. Tata tulis hendaknya konsisten. Jika menggunakan American Psychological Association ( APA ), mulai dari awal sampai akhir tulisan harus mematuhi aturan yang ada di dalam APA, demikian juga jika menggunakan tata tulis Modern Language Association ( MLA ) atau aturan dari pusat bahasa. Sering terjadi penggunaan tata tulis yang tidak konsisten yaitu mencampur adukkan antara ketiga aturan tata tulis tersebut. Kecuali tata tulis penggunaan bahasa hendaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Banyak penulis yang belum dapat mengemukakan melalui tulisan yang baik sehingga menimbulkan salah interprestasi bagi pembaca. Penulis harus mampu meyakinkan pembaca tentang nilai karya ilmiahnya dan menunjukkan jalan berfikir yang baik .
KIAT MERAIH PRESTASI GEMILANG
Seperti dikemukakan di atas bahwa manfaat dari karya ilmiah, keaslian, perumusan masalah, serta tata tulis dan bahasa memiliki kontribusi yang besar terhadap kualitas karya ilmiah. Oleh karena itu perlu perhatian khusus pada aspek-aspek tersebut.
Kecuali hal tersebut ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus agar program karya ilmiah mencapai prestasi yang gemilang , yaitu :
- Ikuti pedoman umum yang diterbitkan oleh penyelengara lomba. Pelajari pedoman umum dengan cermat sehingga tidak didiskualifikasi. Ingat bahwa jumlah proposal dan makalah yang masuk dalam setiap kompetisi jumlahnya ratusan bahkan ribuan, dan yang dipilih untuk didanai hanya sebagian kecil.
- Penuhi aturan yang ada pada sistematika penulisan. Tiap bentuk lomba karya ilmiah memiliki sistematika berbeda. Jika ada bab maupun sub bab yang kurang sudah barang tentu mengurangi skor yang cukup signifikan.
- Cermati kriteria penilaian. Tiap bentuk lomba karya ilmiah memiliki kriteria penilaian yang berbeda, namun dapat dipastikan bahwa bobot pada kriteria permasalahan yang diangkat dan kegunaan/ manfaat yang dapat diambil dalam karya ilmiah memiliki bobot yang besar. Hampir semua lomba kecuali menilai tulisan karya ilmiah juga menilai presentasi/ penyajian yang dilanjutkan dengan tanya jawab. Pada sesi ini perlu dipersiapkan dengan matang. Buat media yang mampu menjelaskan substansi karya ilmiah ke dewan juri dengan gamblang dan menarik. Gunakan audio visual untuk meyakinkan dewan juri. Jangan lupa kerjasama kelompok dalam menjawab pertanyaan dan pegang teguh sikap ilmiah. Beberapa lomba karya ilmiah ada penilaian yang bentuknya visitasi/ pemantauan tentang karya yang telah dibuat. Perlu diperhatikan bahwa bobot penilaian saat visitasi besarnya 80 dan laporan bobotnya hanya 20. Oleh karena itu usahakan saat visitasi, karya yang dibuat harus sudah selesai. Pengalaman selama kami mendampingi program visitasi, banyak karya-karyanya yang belum 100% selesai, bahkan ada yang sangat memprihatinkan dengan alasan dana dari pusat turunnya terlambat. Dalam hal dana yang turunnya terlambat, pihak lembaga harus siap meminjami dan bila dipandang perlu pihak lembaga harus siap menambah dana pembuatan proyek guna suksesnya program visitasi.
- Buat tim atau kelompok kajian karya ilmiah di tiap jurusan sebagai pusat curah pendapat dan selalu membuat karya baru tanpa harus menunggu tawaran lomba. Perlu disadarai bahwa informasi lomba biasanya datangnya mendadak, artinya jarak antara informasi dengan deadline pengumpulan proposal atau naskah karya ilmiah hanya beberapa hari. Sering terjadi mahasiswa tidak sanggup membuat proposal dan jika membuat sekedar asal jadi. Pembuatan proposal model dadakan seperti ini jangan harap diterima. Jika sudah terbentuk tim kajian karya ilmiah di jurusan, langkah selanjutnya buat bank proposal atau bank karya ilmiah.
- Jika proposal diterima, curahkan semua tenaga all - out untuk merealisasi proposal menjadi hasil karya yang baik agar saat visitasi dewan juri memperoleh skor tinggi, sehingga masuk ke babak final dalam Pimnas. Pada momentum ini peran dosen pembimbing dan kepedulian jurusan sangat luar biasa besarnya. Jika pada tahap mewujudkan proposal menjadi karya nyata pihak dosen pembimbing dan jurusan tidak lagi bersemangat dan hanya dipasrahkan ke mahasiswa, rasanya sulit mencapai hasil yang baik. Kondisi ini yang sering terjadi sehingga lebih banyak menuai kegagalan.
- Dosen pembimbing harus benar-benar membimbing mahasiswa selama proses pembuatan proposal atau karya ilmiah hingga pada tahap-tahap selanjutnya, bahkan sampai pada titik akhir, yaitu presentasi karya ilmiah di babak final. Masalah klasik sering muncul penyebab lemahnya semangat dosen pembimbing dalam proses bimbingan, yaitu penghargaan finansiil dosen pembimbing yang sangat kecil, bahkan saat yang dibimbing menjadi juarapun dosen pembimbing tidak disebut namanya, semua hadiah hanya untuk mahasiswa.
- Suplai dana dan beri fasilitas yang optimal jika ada tim yang proposalnya maju ke babak final. Saat ada tim yang masuk ke babak final, pihak lembaga harus mendukung total dengan keyakinan bahwa timnya menjadi juara.
- Fasilitasi tim finalis untuk mengadakan latihan presentasi. Ini sangat penting karena butuh jam terbang bagi mahasiswa untuk mampu mengemukakan pendapatnya di depan umum. Sikap dalam presentasi, cara menjawab, penggunaan bahasa tutur yang baik, penampilan, dan etika selama presentasi perlu dilatih berulang-ulang.
- Beri janji hadiah yang menarik bagi pemenang – mahasiswa dan dosen pembimbing- tingkat nasional dan tingkat regional. Program ini mengarah pada pemberian motivasi.
- Tingkatkan motivasi mahasiswa melalui lomba karya ilmiah mulai dari tingkat jurusan sampai Universitas.
- Budayakan kepada seluruh dosen yang mengajar matakuliah apa saja, pada akhir semester tiap mahasiswa atau kelompok mahasiswa harus menghasilkan proposal atau karya ilmiah berupa makalah.
KESIMPULAN
Berdasarkan urain yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
- Langkah awal yang perlu ditemukan dalam menulis karya ilmiah adalah menentukan permasalahan yang benar-benar urgen harus di pecahkan.
- Usahakan manfaat karya ilmiah yang dibuat benar-benar menyentuh masyarakat banyak.
- Optimalkan potensi diri dalam menemukan masalah atau topik melalui diskusi, mengembangkan daya khayal, dan intuisi.
- Cermati tata aturan lomba karya ilmiah melalui buku panduan yang diterbitkan oleh penyelenggara. Melalui informasi tersebut dapat dilanjutkan dengan proses penulisan yang benar tidak lepas dari koridor tata cara yang ditentukan.
- Kombinasikan kemampuan dan kemauan secara harmonis untuk melakukan kompetisi disetiap lomba karya ilmiah.
- Dukungan pembimbing dan jurusan sangat dibutuhkan dalam kompetisi karya ilmiah, boleh jadi lomba karya ilmiah mahasiswa merupakan refleksi dari kompetisi dosen pembimbingnya.
- Kemampuan presentasi merupakan faktor dominan menentukan kemenangan dalam lomba karya ilmiah. Oleh karena itu perlu latihan dan buat alat bantu presentasi yang baik, misal melalui animasi, foto, bahkan jika mampu tayangkan film.
0 komentar:
Posting Komentar