Cari

Chii-Es

Dengan tergesa-gesa, Tetsuya lari di tepi trotoar dekat dengan restoran KFC yang memang berseberangan dengan sekolahnya. KFC yang jual ayam goreng, kentang goreng, es krim dan berjubel makanan ala anak muda sekarang,…masih tutup bego’? makanan aja yang diomongin, si Tetsu kita kemanain???
Pagi ini Tetsuya telat, jam sudah nunjukin 07.15. Panggil ajah Tetsu.Dia telat 30 menit Bro..dasar bocah edan. Ngapain aja semalam. Semalam Tetsu abiz ngelembur tugas liat “bokep” yang dia dapet dari hasil download di internet. Hohooho…keren abiz, tapi jangan di tiru yach… (>_<) . Eeh, tokoh utamanya bukan Tetsuya, dia hanya public figuran ajah.Inilah cerita sebenarnya.
Namanya Chiihiro Rou, tapi dia lebih populer dipanggil Chii-Es. Katanya sih…, Chii sangat tertutup dan misterius, kadang lembut, kadang cuek, dingin dan sombong, itulah kenapa dia dipanggil dengan nama Chii-Es, yang artinya Chii sedingin Es. Brrrrr…

Di sekolah, SMA Negeri 38, Jakarta-Timur.

Ini dia public figuran saatnya nongol lagi. Hehehe… Dalam keheningan kelas, terdengar suara goresan spidol ke whiteboard, angin yang berhembus dalam keheningan kelas dari AC, dalam detakan detik jam tepat pukul 07.15, tiba-tiba terdengar suara langkah seribu kaki, dan membuka pintu kelas tanpa ketuk pintu. Gag sopan yach… “Creeek..!!! bloom!”. Diliatnya sosok siswa yang paling terkenal dengan pahlawan kesiangan, karena memang bener-bener kesiangan bangunnya, bukan istilah yang halus dalam sastra Indonesia.
Dengan terengos-engosnya sambil mengelus dada, dia pikir dia selamat dari maut Mr. Evil’s in school, namanya keren-keren mua yach… Di sekolah dia dipanggil Mr. Evil’s in school oleh semua siswa karena dia terkenal dengan sosok guru yang sangat garang dan ditakuti oleh para muridnya, dilengkapi dengan hardware kumis yang tebal. Kita kembali ke Si Engos-engos. Setelah dia menoleh dengan perlahan ke belakang untuk segera duduk di bangkunya dan menikmati sejuknya AC, ternyata muncul sosok Mr. Evil’s in school, dengan santainya eeh..dia malah tersenyum manis seraya orang yang gag punya dosa.Tak taunya murid itu adalah si Tetsuya.
“Maaf mister saya terlambat, hehehe…”
“Hmbmm..!! mistar mister, cengar-cengir, maaf maaf, terlambat! Terlambat kok 30 menit !, Ngapain saja ?!!! “ garangnya Mr. Evil’s.
“Panjang banget pembukaan UUD-nya…” ujar Tetsu dengan lirih.
“Apa yang kamu bilang!!“ ukh…gurunya garang banget nih…tapi emang dibuat gitu.
“Anu mister, saya terlambat karena bangun kesiangan..”
“Kenapa bisa?!!”, tegasnya Mr. Evil’s. Kemudian dengan polosnya Tetsu menjawab, “Abiz Ngelembur tugas liat Bokep..”. Teman-teman sekelas tertawa terbahak-bahak, sampai ada yang batuk-batuk segala, sampai yang mau muntahpun juga ada, ihh…jorok!karena kepolosan si Tetsu raja Bokep.
“APA!!”, sahut mister, “Eeh, salah…”, lirih Tetsu. “Maaf mister saya salah ngomong, bukan gitu maksud saya, tapi yah ada benernya juga…hehehe,saya terlambat karena tadi ban motor saya meletus mister..”, terang Tetsu.

“Meletus? Meletus balon hijau! Bokep aja di tong pikiranmu, mana bisa Negara Indonesia menjadi Negara yang maju, yang kaya akan SDA dan SDM. Kalau semua bokep aja mana bisa Negara kita bisa mengembangkan SDM-nya, masa jalan ditempat aja Negara kita?!Sedangkan Negara Jepang sudah jalan tegak seperti orang yang sedang Paskibra.Duduk !”, perintah Mr. Evil’s.
“Bla..bla..bla.., cerewet mulu ni mister kayak tante-tante ajah yang cerewet..huftt… (=_=), tapi aman dah..”, ujarnya lirih.

Biasanya jika Mr. Evil’s dalam keadaan buruk (kayak cuaca ajah) bisa-bisa muridnya d suru keliling lapangan basket sebanyak 5X buat cowok, 3X buat cewek, atau malah selama pelajaran Mr. Evil’s sampai bel pulang berbunyi untuk berdiri dan memberi hormat d depan tiang bendera (masih berlaku yah masa aktifnya hukuman ini).

Ukh..tapi si Tetsu duduk di sebelah Chii yang pinter dan tampan.. (>_<). Kok heboh ndiri aku ini, masih belum kelar tau ceritanya!.

Tetsu duduk disebelah Chii sambil cengar-cengir hobinya. “Hehehehe…”, kata Tetsu, “Gak lucu”, balas Chii. “Wey, gak sampai segitunya..,sabar napa sih? Kayak temen kita tuh yang namanya Sabar”, sahutnya. (Nambah berita yach, maaf Sabar, namamu terpublikasikan di ceritaku..(^.^)v peace…)
“DIAAMM..!!! Ini sedang ajang mencari ilmu, bukan ajang nyiarin Radio. Sekarang diam dan perhatikan di depan, Tetsu dan Chii !”, Mr. Evil’s bicara.
“Ya, pak..”, sahut mereka dengan kesal.

Chii bukan seperti itu, ini ada kisahnya.

Dulu Chii adalah sosok murid yang tampan, keren, pinter, baik, lembut, suka membantu temannya, dan yang lebih lagi dia punya segalanya, apapun bisa didapatnya dengan uang hasil jerih payah kedua orangtuanya. Ayahnya bekerja di salah satu Perusahaan Yakuza di Tokyo, Jepang, yang mana merupakan tempat penjualan pakaian, model rambut dan asesoris ala gaya Harajuku yang terkenal saat ini di Jepang, para kalangan muda. Sedangkan ibunya bekerja sebagai wanita karier sebagai marketing d salah satu Perusahaan ASTRA di Jakarta.

Ayahnya berasal dari kota Shibuya, Jepang. Sedangkan ibunya orang asli Indonesia, mereka bertemu saat di Kuta, Bali.Saat ayahnya berlibur dengan keindahan alam pantainya, pantai Kuta, Pulau Dewata Bali. Kemudian beberapa tahun mereka menetap di Jakarta.

Chii sejak lahir sampai saat ini, dia hidup dalam serba kecukupan, apapun bisa dia perolehnya dengan mudah, sampai luber deh…hehehe.. Dan pada saat itu pula, gejolak dalam kehidupan Chii terjadi..Bagaimana bisa?? Bisa ajah deh…
Menurut cerita yang Gue buat, pada saat awal masuk menjadi seorang sosok remaja yang duduk di bangku SMA, dengan suka cita yang paling berkesan dengan penuh kasih sayang, dari seniorku sampai penulis yang ngRasain sendiri, bahkan juniorku-pun juga bilang gitu. Tapi, hal itu malah gag didapat oleh si Chii.
Di saat butuh pengawasan dan pengarahan dari orang tuanya, Chii mengalami banyak problem. Kedua orang tua yang sibuk akan pekerjaan masing-masing, ayahnya yang jarang ke Indonesia, dan ibunya yang jarang akan memberikan kasih sayang pada Chii karena sering pulang kerja malam. Ukh…Kasian banget Chii-kun (T.T), hmmm…kalau baca jangan ampe seriuz gitu…hehehe..

Sejak kecil sampai lulus di bangku SMP, Chii bisa mendapatkan kasih sayang itu. Di bangku SMA kini tidak ia dapatkan. Selama 3 tahun yang lalu, Chii mempunyai 4 teman yang mempunyai karakter yang berbeda-beda dan unik pula.

Nama-namanya adalah Tetsuya Hiiragi (si raja bokep), Ren (si siluman licik, tidak bisa ditebak jalan pikiran dan tindakannya, dan terlebih-lebih sering berkata pedas), Tamaki Ryu (si childish, yang penuh semangat dan berbagi keceriaan, murah senyum), dan yang terakhir Haruto (si jenius).Dari kelas VII sampai saat inipun, mereka satu sekolahan bahkan satu kelas, dan tempat dudukpun berdekatan.

Chii dulu sangat baik dan selalu membantu teman-temannya jika dalam kesulitan, terbuka, melindungi temannya.Tidak untuk saat ini. Pada bulan Oktober kedua orang tuanya mengalami problem sehingga Chii menjadi mengurung diri, masalah ini disebabkan karena jarangnya komunikasi dengan keluarga sendiri akan kesibukan profesi masing-masing serta ke-Egoisan mereka.

Dia di sekolah saat itu menjadi sedikit berubah menjadi pendiam dan menjadi di marahin gurunya tidak hanya Mr. Evil’s in school aja, tetapi semua guru-guru. Tetsuya, Ren, Ryu dan Haru-pun merasa tidak biasa dengan karakter Chii pendiam, dan tidak pernah mau menceritakan bila ada problem dalam keluarganya. Sehingga teman-temannya berpikir jika Chii sedang sakit saja.

Tapi hari demi hari bahkan dah dalam hitungan bulan Chii makin menyendiri dan menjadi orang yang cuek, terkadang baik, terkadang jadi orang yang kasar, tidak punya aturan dan rem pengendali emosi…hmm.. (>_<)*! Emosi punya rem juga yah,,kayak kendaraan ajah..tenang Bro, semua jalan cerita gag hanya standar menyedihkan gini ajah, tapi juga ada solusinya (^_^) jangan jenuh yah buat nerusin baca cerita ini.
Tepat pada saat Chii ultah pada tanggal 18 April, yang harusnya mendapatkan ucapan selamat dan kado terindah dari ortu dan para sohibnya, yang ada malah ia mendapatkan hal yang membuatnya dia down, ortunya hendak bercerai dan apalagi Chii merupakan anak tunggal. Masih perlu dukungan dan arahan dari kedua orang tuanya, tapi malah harus memikirkan masalah keluarganya, dan dipersulit mengenai pilihan yang harus dia putuskan jika perceraiannya sukses.

Atas keinginan dan kesepakatan kedua orang tuanya, selama Chii masih duduk d bangku SMA, dia harus menyelesaikan sekolahnya dengan ikut bersama ibunya tinggal di Jakarta.Kemudian setelah lulus, baru ikut ayahnya ke Tokyo, Jepang, untuk menjadi penerus Perusahaan Yakuza milik ayahnya.

Lama kemudian lambat laun, sejalannya waktu dan proses perceraian telah selesai di selenggarakan, sikap Chii menjadi sangat tidak bisa di atur, lebih suka menyendiri bahkan pada akhirnya dia menjauhi teman-temannya. Ren si licik mengira bahwa Chii dah gag butuh temannya pada saat SMP dulu, menjadi orang yang sombong dan sebagainya. Pernah ditemui oleh Haru si jenius, dan Ryu di rumahnya, tetapi manusianya gag berada di rumah itu, Chii pindah, dan rumahnya sudah dijual pada orang lain.

Itupun Chii gag menkonfirmasi kepada teman semasa SMP dan seperjuangan pada waktu ujian SMP dulu. Tidak memerlukan apa itu teman. Untungnya Chii masih sekolah di SMA Negeri 38, Jakarta-Timur.Akan tetapi persahabatan mereka pecah.

Satu setengah tahun kemudian, tepat pada bulan Oktober dimana pada bulan itu kelurganya mulai terjadi problem, dan sudah gag terasa mau mendekati Ujian Nasional. Tetsuya, Ren, Ryu maupun Haru rindu dengan masa-masa kebersamaan mereka dengan Chii hingga ujian berlangsung.
Terus..kita kembali lagi dengan peristiwa dimana si Tetsuya terlambat..
Semakin seru nih jalan ceritanya..

Sebelumnya Chii berambut putih seperti perak dan sekarang dia ubah warna rambut menjadi warna coklat, dan berganti gaya rambut... ukh,,jadi makin keren deh.. (>_<) !

Setelah jam Mr. Evil’s usai Tetsu pergi menghampiri Ryu, Rend dan Haru. Ryu sebenarnya gag tega membiarkan temannya (Chii), akan tetapi ada rasa sakit hati karena menghilang dan menjauh dari teman-temannya dan tidak pernah berbagi lagi dengan mereka.
“Gila, Bro !lagi-lagi Gua kena omelan Mr. Evil’s...”, ucap Tetsu.
“Habiz lhu telatnya karena nonton bokep, parah lhu Tetsu..., apalagi asal ceplas-ceplos, makin sip ae punya temen kayak gini”, sahut Ren.
“Nyindir nih..? Gimana ya..? Asik, enak, bagus, tanpa bokep otakku gag bisa jalan, seperti halnya tanpa bensin, motor gag bisa jalan, halah kayak gag tau liat aja”, balas sindiran Ren.
“Dasar Tetsu, di otaknya Cuma penuh bokep !Ingat !bentar lagi UAN, gag baca buku malah liat yang bikin rusak ae, dah rusak tambah rusak..”,
“Huzzt, sudah-sudah kalian ini bertengkar mulu, kayak anjing dan kucing aja”, sela Haru.
“Iya...bener apa kata si jenius yang sok teong ini (>_<) hehehe..biarkan Tetsu tetap menjadi julukan seperti itu, dan Ren tiada hentinya menyindir dengan kata-kata yang gag bisa aku telen..dan aku menjadi orang yang selalu tersenyum manis, tanpa ada beban dengan punya teman-teman seperti kalian, dan para Guru dan temen-temen pada memujiku..”, kata Ryu yang bersemangat dan tersenyum manis.
“Gila dunk ! “, sahut dengan lantang Tetsu, Ren, dan Haru.
“PD banget sok manis..,”
“Gag kayak temen kita dulu yang sekarang gag peduli dengan sosok kita !, makin parah...”, sindir Ren pada Chii, “BBraAkkK..!”, Chii menghentakan tangannya pada mejanya dan pergi meninggalkan kelas karena merasa temennya tidak mengerti apa yang dia rasakan, yang ada malah Chii harus selalu mengerti teman-temannya.

Kemudian Haru merasa iba dengan Chii yang sepintas ia lihat dengan wajah yang berantakan yang sedang dalam problem.

Gag terasa bulan Desember segera abiz, dan sebentar lagi pergantian tahun. Detik demi detik waktu Ujian pun semakin dekat. Haru ingin sekali mengetahui apa sebab Chii menjadi berubah. Pada saat pulang sekolah, Haru berencana ingin mengikuti Chii.Tetapi dapat sedikit halangan dari teman-temannya.
“Mau kemana, Haru..!”, teriakan Tetsu saat sedang di depan pintu gerbang sekolah bersama Ryu dan Ren.
“Mau pulang lah, mang mau dibawa kemana...?”, papar Haru, “Mau dibawa..kemana...”, Ryu menyanyi, “Stop! Malah nyanyi, gag enak tau, karena gag bisa Gua makan”, sela Ren.
“Halah kalian ini bikin repot aja”, balas Haru.
“Repot?”, Tanya Tetsu, “Aku mau les dulu, jadi aku pulang lebih awal”, jawab Haru,
“Ealah, sok pinter deh..pake les”, sahut ren.
“Itu harus, karena kita mau Ujian, lagian kalian juga nyontek sapa kalau Ujian? Aku khan??,harusnya kalian belajar, dengan baca buku kek atau nyari informasi di internet, karena buku adalah jendela dunia”, tegas Haru,
“Dah mulai lagi dah siraman rohaninya..hehehe..bercanda, Bro”, kata Tetsu, “Tapi bukannya hari ini tanggal 31 Desember, apalagi pergantian tahun, masa ada acara Les? Gua curiga”,

Karena Haru terpojok dengan kecurigaan Tetsu, dia cepat-cepat menceritakan apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Kemudian mereka bisa memahami apa yang dirasakan Haru, karena Ryu, Ren dan Tetsu sudah satu setengah tahun lamanya tanpa adanya Chii.

Chii pun keluar dari gedung sekolahnya, mereka mengikuti dimana Chii tinggal.Mereka berencana malam ini bertanya pada ibunya mengenai perubahan Chii.Pukul 19.00, mereka berkumpul di Rumah Haru, kemudian segera bergegas ke rumah Chii, dan kebetulan saat itu Chii sedang keluar beli makanan.

Setelah sampai di depan rumah, mereka saling dorong-mendorong untuk menekan bel, mereka takut untuk bilang apa setelah pintu terbuka. Angin malam berhembus semakin terasa menusuk di tulang rusuk mereka.
“Biar aku saja, kalian ini gini aja gag berani, apalagi Tetsu, beraninya di depan layar TV dengan diputarnya film menghadapi teman kita aja malah mundur, huft..(u.u)”, papar Haru.

Dengan memberanikan diri Haru pun menekan tombol Bel.Setelah beberapa saat, terdengar suara langkah kaki yang mendekati pintu.“Creeek!” sosok ibu Chii yang membukakan pintu.Kemudian mereka dipersilahkan masuk. Kemudian diceritakan apa yang telah terjadi hamper dua tahun ini.

Setelah 1 jam mendengar cerita dari ibunya, mereka sangat merasa bersalah karena Chii adalah orang yang butuh akan kasih sayang orang tua, bahkan temannya, akan tetapi mereka yang menuntut Chii mengerti temannya.
Hmm..ceritanya mau berakhir nih teman...jangan nyerah buat baca cerita ini, cemangat !

Tiba-tiba ada yang membukan pintu..ihh, suasananya serem banget yah..Ternyata Chii yang datang.Ya jelaslah, Bro. Rumahnya Cuma yang nempatin Chii dan ibunya.
Chii terkejut.

Karena teman-teman SMP dulu sampai saat ini bisa ada di depan mata dan bisa tau rumah Chii.
“Maaf Chii, kami pikir kamu melupakan dan ingin menjauh dari kita, ternyata kami tau apa yang terjadi sehingga terjadi kesalahpahaman..,” kata Tetsu
“Sama-sama Tetsu, Ren, Ryu dan Haru. Aku juga salah gag menghargai kalian sebagai sahabat sejak SMP. Harusnya gag aku pendam sendiri, tapi juga berbagi duka dengan kalian, tidak hanya suka saja”. Tutur Chii, yang telah disebut teman sekelasnya dengan sebutan Chii-Es.
“Saatnya kita kembali seperti dulu.Tanpa kehadiran teman, orang yang dekat dengan kita, kita tidak berarti apa-apa, dan apalah artinya kita hidup di dunia”, papar Ryu.

Tetsu, Ren, Chii, bahkan Haru si jenius heran dengan kata-kata yang terlontar dari mulut Ryu si childish. Gag biasanya dia berpikiran meluas gini. “Terus kita kembali mengerjain Mr. Evil’s seperti awal kita kenal dengan guru di SMA kita sebagai kenang-kenangan”, tambah Ren.
“Ha..hA..ha..Ha...!”, mereka semua tertawa dalam suasana tahun baru yang penuh kebahagiaan dan awal memulai lembar kehidupan yang baru.

Ujian Nasional pun semakin dekat menanti mereka.Mereka berjuang menghadapi Ujian Nasional dengan penuh semangat perjuangan.Hari demi hari siwa kelas XII di SMA Negeri 38, Jakarta-Timur, kerap mengadakan pelajaran tambahan demi kelancaran, kemudahan dan keberhasilan dalam Ujian Nasional.

Ujian Nasional pun tiba harinya... Siswa-siswi SMA Negeri 38, dan seluruh SMA, SMK dan MA sederajat melaksakan program dari pemerintah mengenai Ujian Nasional.

Chii dan teman-temannya sudah siap untuk mengerjakan Ujian.Sebelum ujian dimulai ada-ada saja tngkah lakunya Tetsu. Dia gag bisa berpikir tanpa melihat bokep dulu...
“Yah, waktu kok tinggal 5 menit, masuk kelas, ujian, tapi Gua masih belum liat bokep new edition, belum nulis kunci jawaban yang diberikan dari SMS”, ujar Tetsu sambil menunjukan mimik kebingungan.
“Kita semua pasti bisa melewati ujian ini bila kita rajin belajar, berusaha dan gag lepas dari doa’ supaya kita lulus semua. Gag perlu nyontek lewat jawaban yang dikirim lewat SMS, bisa-bisa malah kita rugi sendiri karena belum pasti jawaban itu benar dan bukan merupaka hasil kerja keras kita sendiri..”, ceramah Chii.
“IYAAA, Chii. . .“, serentak Ren, Ryu, Tetsu da Haru.
“Cemangat !cemangat !cemangat !”, kata Ryu, “Terlalu berlebihan dan gag jelas banget, Ryu”, sahut Ren.

Waktupun cepat berlalu, pengumuman hasl Ujianpun keluar, Chiihiro, Tetsuya, Haruto, Ren dan Ryu dinyatakan lulus, dan merekapun senang. Demikianlah ceritanya..Udah ngantuk banget, Bro.. (-_-) zzZzZZz... THE END.

0 komentar:

Posting Komentar