Cari

Apa itu Pendidikan?

Apa itu Teknologi?

Pendidikan dan teknologi, hemmm . . . ?

Kata-kata itu sudah tak asing lagi di kedua telinga kita, malah sudah menjadi konsumsi tiap hari bagi kita semua. Di setiap detik, menit, jam, hari dan bebagai macam tempat pasti dapat kita temui kata-kata tersebut. Sebagian besar masyarakat Indonesia merasakan dan mengenyam apa itu yang namanya pendidikan dan teknolgi.

Dunia tanpa pendidikan dan teknologi pasti rasanya hambar dan tidak bernyawa. Perlu diketahui pendidikan dan teknologi sudah biasa kita temui di zaman prasejarah. Ini membuktikan kalau pendidikan dan teknologi sudah dapat dirasakan sejak dulu. Masih ada yang tidak percaya…….??? Dapat kita lihat dari segi pendidikan, yaitu cara-cara mereka dalam mempertahankan hidup. Dari cara mereka berburu makanan dan bercocok tanam. Keahlian yang mereka dapatkan dari insting dan naluri mereka agar biasa bertahan hidup, dari itulah mereka dapat menyalurkan tradisi kapada anak-anaknya sehingga ini menjadi bahan pendidikan bagi mereka. Sedangkan dari segi teknologi, mudah sekali kita temui di setiap museum. Mau tau………??? Ya. Adalah peralatan berburu mereka dan alat-alat lainya. Walaupun masih terbilang tradisional tapi sangat berguna pada kehidupan pada zaman prasejarah dulu. Misalnya saja nekara, pisau, kjoken modinger, kapak genggam, kapak penetak. Dengan kita mengunjungi museum berarti kita mencintai dan bisa menjujung tinggi teknologi masa zaman prasejarah.

Pendidikan, ya….???

Pertama, kita mulai sedikit mengulas tentang pendidikan yang akhirnya nanti bisa muncul berbagai macam teknologi. Pendidikan merupakn suatu proses suatu pengajaran yang dimana natinya kita dapat mendapatkan suatu ilmu, pengetahuan, wawasan dan pengalaman. Ada berapakah macam-macam pendidikan…??? Macam pendidikan ada 3, yaitu pendidikan formal, non formal dan Informal. Pertama pendidikan formal, merupakan pendidikan yang kita tempuh dengan tujuan untuk mendapatkan ijazah sebagai bukti bahwa kita telah selesai menyelesaiakn sekolah di setiap jenjang. Singkatnya pendidikan formal dapat kita peroleh di bangku-bangku sekolah. Pendidikan non formal merupakan pendidikan pelatihan, seperti belajar kelompok, sharing dll. Sedangkan pendidikan Informal merupakan pendidikan dari dalam lingkup keluarga. Tapi disini pendidikan yang paling utama barasal dari orang tua dan keluarga. Mengapa demikian….??? Karena orang tua dan leluarga sangat tahu pendidikan apa yang paling terbaik bagi kita. Tidak hanya itu sebelum kita melakukan proses pendidikan orang tua harus menanamkan nilai moralitas dan budi pekerti luhur agar nantinya dapat menfilter apa-apa saja yang mereka dapatkan di luaran sana.

Pendidikan bisa melahirkan bermacam-macam teknologi. Kok, bisa……???

Jawabannya tentu saja bisa, karena dengan adanya pendidikan apapun bisa bermunculan, ini dapat kita sebut sebagai fenomena, misalnya saja yang sekarang lagi ngetren-ngetrennya yaitu facebook, twitter, dan situs jejaring pertemanan lainnya. Tetapi tidak hanya dijadikan fenomena saja, banyak sekali manfaat dari ini semua demi kemajuan suatu Negara. Dapat diambil contoh negara Cina, Cina baru-baru ini menciptakan computer super duper cepat di dunia yang diberi nama Milky Way yang telah dikembangkan National University of Defense Technology, sebuah akademi kemiliteran di Cina.

Tuch,…!!! Betapa erat hubungan antara pendidikan dan teknologi. Tapi perlu diketahui antara pendidikan dan teknologi untuk kekekalannya sangat berbeda. Pendidikan yang peroleh dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak sedangkan teknologi kekekalannya tidak sebegitu lama dan mudah rusak.

Pendidikan dan teknologi yang biasa kita sebut dengan kata IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) memiliki peranan penting dalam berbagai dunia, mulai dari politik, sosial, dagang/kerja sama, dan sebagainya. IPTEK beguna untuk mengentas suatu kemiskinan dan hal-hal negatif lainnya, mendongkrak stabilitas pembangunan, meningkatkan mutu sumber daya baik dari SDM ataupun SDAnya, dan juga dapat menjajarkan negara-negara yang kurang berkembang dan maju agar bisa menjadi negara berkembang dan maju. Dapat kita rasakan, dulu kita bepergian yang hanya menggunakan dokar sekarang kita bisa menggunakan alat transpoatasi modern seperti mobil, pesawat terbang dan lainnya.

Di era modernisasi dan globalisasi ini kita harus benar-benar bisa survive dan mandiri, karena hukum alam bisa saja kembali, yaitu yang kuat dia yang menang. Seperti halnya negara yang kurang IPTEKnya dia akan mudah terkucilakan oleh negara yang kuat IPTEKnya. Tak hanya itu juga pengaruh nilai moral nilai-nilai penting juga bepengaruh dalam nama baik suatu negara, karena setiap negara yang maju IPTEKnya tidak mau tercoreng karena hanya moral penduduknya yang tidak baik.

Begitu besar manfaat yang ditimbulkan dari IPTEK namun begitu besar pula kerugian dari adanya IPTEK. Perlu kita sadari sesuatu apabila mengandung suatu manfaat disamping itu juga pasti ada efek dan dampak negatif yang datang sehingga kita harus benar-benar jelih dalam penerimaan dan pemakaiannya. Tak hanya itu banyak sekali dampak negative dari IPTEK yang berlebihan dan tidak terkontrol. Misalnya saja penyalah gunaan IPTEK, yaitu kasus bom Bali yang dilakukan Amrozi dan teman-temanya, yang hangat-hangatnya kasus pemanasan global (Global Warming) yang sampai saat ini masih menjadi ancaman dunia.

Semua berjalan dengan searah dan seimbang namun kita bisa mengendalikan berbagai dampak dari yang negative atau yang positif dengan diimbangi dan dibarengi dengan nilai moral, keimanan, dan yang terpenting kesadaran setiap penikmat IPTEK. Agar apa yang diharapkan dari adanya IPTEK yaitu dapat mensejahterakan masyarakat dapat terwujud adanya.

0 komentar:

Posting Komentar