Cari

Sesal Si Arya

Saat itu pukul 7 pagi, terdengar riuh ramai anak-anak SMA Kemala Bhayangkari di koridor-koridor sekolah. Ada yang berlari ke kelas karena belum ngerjain tugas alias PR, ada yang masih sibuk dandan, ada yang udah nongkrong di kantin sekolah, ada juga yang belajar d kelas. Tak jauh dari gerbang pintu sekolah masuklah sebuah mobil mazda sport mewah warna merah berhenti tepat di depan koridor utama sekolah. Turunlah seorang anak laki-laki tampan,bertubuh atletis dari mobil itu.

“Aryaaaa........” terdengar teriakan dari arah koridor utama. “Aryaaaaa........” terdengar suara teriakan lagi dari arah perpustakaan. “Aryaaaaaaaa.......” nah kalau sekarang dari arah lapangan basket. “Aryaaaa.....Aryaaaaa........Aryaaaaa.....” hampir semua cewek d sekolah itu memanggil nama Arya, lebih tepatnya lagi meneriaki nama Arya.

Yah, cowok tampan bertubuh atletis itu bernama Arya. Hampir semua cewek di sekolah itu tergila-gila pada sosoknya. Dia menjadi satu-satunya ikon cowok ganteng di sekolah itu, banyak prestasi yang sering di dapatinya terutama di bidang olahraga basket dan satu lagi yang paling membuatnya sempurna yaitu dia tajir abiz. Bokapnya itu salah seorang konglomerat tersohor di Jakarta. Segala fasilitas mewah tersandang pada dirinya.

“ Sob,party this night Colours ? Kuat 5 putaran cuyy....” Kata Roni teman dekatnya. “Atur aja boi....Gue ikut apa kata lo. Pokoknya sediain aja tuh cewek-cewek seksi.” Balas Arya. “Hahaha....gue suka itu. Okelah sob, sampe ketemu ntar yah. “ Roni pergi meninggalkan kelas Arya.

“Arya sayang....dateng ke party gue yah besok.” Kata Qeena, cewek seksi yang juga tergila-gila padanya.” Gue usahain deh.” Sahut Arya. Tiba-tiba Vian datang dan langsung duduk di sebelah Arya.

“ Bro..nih liat apa yang gue punya.” Kata Vian sambil nyengir dan nunjukin sebuah jam merk Oakley yang keren banget.” Hmmm... dapet dimana lo tuh jam tangan ? Dapet nyolong yah lo ...hahahaha.” Arya ketawa kenceng tapi tetep nggak mengurangi kegantengannya. “ Buset....sialan lo. Niy gue dapet dari si Vanya boi...biasa harus ada fasilitas plus-plus nya dulu.” “Lo kan tau gue...siapa siy yang gak mau kasih plus-plus ke cewek se seksi Vanya. Dapet bonus jam tangan mewah lagi.” Cerita Vian menggebu-gebu.

“ Klo lo siy kambing di bedakin juga mau. Hahahahaha ....” Kembali si Arya tertawa terbahak-bahak. “Ah lo ya’ ... ya udah deh gue mo ke toilet dulu.” “ Eh ian, ntar malem Hard Rock boii ...” “ Siip....” Vian memberikan tanda jempolnya.

Nggak lama kemudian pak Andre guru fisika kelas IPA 1-A dateng. Pelajaran pun di mulai seperti biasa. Tapi hari ini pelajaran fisika membuat mood si Arya jadi buruk pasalnya belum ada lima menit di mulai pak Andre udah ngasih seabrek tugas. Akhirnya Arya keluar menuju kantin.

Pas nyampai kantin, ternyata si Arya genk udah standby duluan di situ. “Eh..Lo semua ngapaen juga ikut-ikutan ke sini ” kata Arya. “ Woi sob...sini sini, santai dulu di sini kenapa.” Vian memberikan tempat duduknya ke Arya. “ Kenapa lagi ma guru lo..” Sahut Roni. “ Biasa boi, bete gue ...cabut aja yok “ Ajak Arya.

“ Ayo, hangout kemana gitu...gue juga bete” Sahut Vian. Mereka pun akhirnya keluar ninggalin sekolah, melajukan mobilnya ke Pizza Hut daerah Diponegoro untuk lunch, lalu ngelanjutin perjalanan ke mall Tunjungan Plaza.

Malem pun dateng dan ketiga orang itu pun sesuai rencana pergi ke Colours. Jam 11 teng mereka berangkat, bergaya sungguh parlente dan keren-keren banget.

Kemana mereka hangout, disitulah para cewek-cewek seksi mengikutinya.Pergaulan hidup yang glamour dan hura-hura itulah yang menjadi kesehariannya. Pola hidup yang seperti inilah yang membuat seorang Arya menjadi orang yang

sangat-sangat sombong, seorang yang sangat menilai derajat orang lain dari segi fisik. Selalu harus bisa mendapatkan apa yang diinginkannya dengan jalan apapun itu.

Tak mau Arya berteman dengan anak kalangan menengah ke bawah. Serasa dia berada di antara jamur-jamur pengganggu hidupnya jika dia berada di tengah-tengah mereka. Kemewehan yang di puja olehnya seakan telah mendarah daging dalam dirinya.

Roni, Jason dan Vian adalah teman-teman terdekat Arya. Kemanapun dia pergi, ketiga orang itu slalu mengikuti seperti menjadi bayangan si Arya.

Tak lama kemudian, setelah dapet seminggu mask sekolah kembali karena habis libur ujian semester. Dateng seorang murid baru ke kelas IPA 1-A, kelas dimana Arya menuntut ilmunya. Dengan baju yang sudah kumel, berkancing hingga penuh atas leher, celana di atas tumit, dan dengan kacamata lebar berdiri di depan kelas memeperkenalkan diri. “ Selamat pagi teman semua, kenalin nama aku Aldo.” Aldo mencoba memperkenalkan dirinya. “ Huuuuu....” semua anak di kelas itu menyoraki si Aldo begitu pun Arya.

Setelah memperkenalkan diri, Aldo mencari tempat duduk dan dia melihat sebuah bangku kosong di sebelah pojok utara dan itu tepat di sebelah kanan bangku si Arya. Dengan wajah jijik Arya memandang Aldo dari atas sampai ke bawah, lalu Aldo pun menyunggingkan senyumnya yang lebar ke arah Arya. “ Arrrggghh ... !!!” Arya pun teriak dan lari keluar dari kelas. “ Arrrgghh....Amit-amit deh tu anak, bikin alergi gue kambuh. Tuh kan jadi gatel-gatel nii gue.” Di depan kaca toilet Arya tergeli-geli sendiri. Karena jam ini jamnya Bu paling killer di sekolah jadi Arya nggak mungkin meninggalkan kelas begitu aja. Dengan terpaksa dia kembali ke kelas, kembali bertemu dengan cowok aneh itu.

“ Hai...aku Aldo” sapa Aldo ketika Arya kembali ke kelas dan duduk. “ Apa lo liat liat, sapa juga mo kenalan ama lo hah !!.” Bentak Arya. “Kamu Arya yah, kamu terkenal banget di sekolah ini.” Lanjut Aldo.

Arya sudah nggak betah lagi duduk di sebelah Aldo. Aldo memang anak yang paling sederhana dan cupu banget, jauh dibanding anak-anak sekolah itu. Aldo memang berasal dari keluarga nggak mampu, dia berhasil masuk ke SMA Kemala Bhayangkari karena dia mendapat beasiswa prestasi dari pemerintah. Aldo anak yang pintar, dia juga baik hati.

Lepas sekolah di Coffe Corner. “ Gila, mimipi apa gue semalem ketemu cowok super duper aneh dan menjijikkan di kelas. Langsung alergi gue kambuh tau gag.” Gerutu Arya pada teman-temannya. “ Hahaha... Emang ada hantu apa di kelas lo !!” ketawa Rino. “ Ini udah lebih dari hantu boi, sumpah jijik gue. Tadi ada anak baru masuk kelas gue. Duh gayanya bikin muak.” Arya masih merasa geli gara-gara kejadian tadi.

“ Wah sip banget tuh anak, bisa gue kerjain abis-abisan.” Celetuk Vian. “ Hmm...boleh banget tuh, lama juga gag ngerjain anak-anak aneh.” Sahut Rino di ikuti anggukan Arya.” Pokoknya sampai dia merasa nggak betah sekolah disini.” Tambah Arya.

Keesokan harinya rencana itupun berjalan juga. Karena anak baru, jadi Aldo nggak tahu suasana sekitar sekolah, Arya berlagak jadi baik di depan Aldo padahal dia sangat jijik dengannya. Arya mengajak Aldo berkeliling sekolah, semua anak-anak memandang aneh Aldo dan Arya, terutama si Arya karena dia itu anak yang terkenal paling cool, paling glamour satu sekolah, nggak mungkinlah dia jalan bareng cowok super aneh itu. Arya menyadari kalau dia sedang jadi pusat perhatian teraneh, tapi Arya mencoba mengacuhkannya. Dia hanya ingin memberi pelajaran pada Aldo. Setelah puas putar-putar sekolah, sampailah mereka di sebuah ruang kosong. Di situ Aldo di kerjain abis-abisan ma Arya and the genk.

Kejadian itu berlangsung terus menerus setiap hari. Tapi Aldo tak pernah sekalipun membalas perbuatan mereka. Karena Aldo mengerti kalau mereka itu nggak suka akan kehadirannya disini. Tapi Aldo harus bertahan demi Orangtua mereka yang sangat mengharapkan putranya menjadi orang yang sukses bisa mengangkat derajat keluaraga. Aldo ingin sekali mereka bisa menerimanya sebagai teman.

“ Arya, kenapa sih kamu dan teman-temen kamu nggak bosan-bosannya ngerjain aku.” Kata Aldo tiba-tiba. “ Lo pengen tau kenapa ? Gue ama temen-temen gue gak suka akan kehadiran lo disini. Kita jijik kumpul ma orang-orang kumuh kayak lo !” jawab Arya ketus.

Tapi dari apa yang di bicarakan Arya pada Aldo membuat Aldo merasa aneh, seperti ada suatu hal yang di sembunyikan Arya pada teman-temannya. Dari sinilah Aldo ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Arya. Dia mencoba cari tahu alamat Arya dari TU, dan dia pun mendapatkannya dengan mudah.

Keesokan sorenya setelah pulang sekolah, Aldo mulai mencari tahu dmana rumah Arya. Dan apa yang terjadi setelah dia tahu rumah Arya, ternyata rumah itu telah disita oleh bank, karena papa Aldo nggak sanggup membayar semua hutang-hutangnya pada bank, jadi seluruh harta dan rumah Arya di sita. Aldo mendapatkan semua berita ini dari orang yang ada di sekitar rumah Arya.

Esok hari setelah pulang sekolah, Aldo mencoba mengikuti kemana Arya pulang. Ternyata Arya dan keluarganya sekarang tinggal di sebuah rumah kontrakan yang kecil dan sederhana tak jauh beda dengan keadaan rumah Aldo. Di depan rumahnya ada sebuah kios kecil tempat ibunya berjualan. Aldo pun menuju kios itu. “ Selamat siang bu.. “ sapa Aldo pada ibu setengah baya yang masih terlihat cantik terawat.” Selamat siang nak, mau beli apa yah ?” tanya ibu cantik itu menawarkan dagangannya. “ Oh nggak bu, saya cuman mau tanya”.” Tanya apa ya nak ?”.”Apa betul ini rumah Arya bu ?” lanjut Aldo bertanya. “Iya nak betul ini rumah Arya, kamu teman Arya satu sekolah ?.” “Iya bu, saya teman Arya satu kelas,Arya ada bu?.” Jawab Aldo. “Oh,mari silahkan masuk nak,itu Arya.” Ibu itu menunjuk ke arah Arya yang baru saja sampai di rumah, dan memanggilnya “ Arya,ini ada temanmu nak.”

Arya langsung memberhentikan langkahnya dan berbalik setengah kaget.

“Hai Arya..”sapa Aldo.”Lo...ngapain lo kesini. Tau darimana lo rumah gue” tanya Arya yang kaget setengah mati lihat siapa yang datang ke rumahmya. “Nggak perlu aku kasih tau darimana aku dapet alamat rumah kamu yang baru ini.”

“Mau apa lo kesini, udah puas lo liat gue sekarang !!.”

“Aku bener-bener nggak punya maksud apa-apa kok, aku cuma pengen berteman ma kamu. Kenapa akhir-akhir ini kamu sering menjauh dari teman-teman se genk mu ?”.”Apa peduli lo...lo liat kan sekarang gimana keadaan gue.”.” Aku peduli sama semua teman-temanku terutama kamu Arya. Aku nggak perduli mau kamu kaya atau miskin, kamu tetap aku anggep temenku.”

“Sudahlah Arya, buat apa kamu terus-terusan berbohong seperti ini. Aku sudah tau semua cerita tentangmu dan keluargamu.” Tutur Aldo menjelaskan.

“ Sekarang gue musti gimana, kalau gue ngaku ke temen-temen klo sebenarnya gue ini udah gak setajir dulu, bisa di kucilin gue ma mereka semua. Dan gue gak mau itu terjadi.”.” Aku yakin pasti mereka ngerti bagaimana kondisi kamu sekarang ini, dan mereka pasti bisa menerima itu.” Jelas Aldo.

“ Gue takut aja mereka nggak bisa terima gue apa adanya gue.” Lanjut Arya.” Gue minta maaf ya Aldo, gue nyesel do, udah bikin lo nggak betah di sekolah dengan kelakuan gue dan temen-temen gue. Ternyata lo nggak sejelek yang gue pikir selama ini. Gue sadar gue terlalu sombong jadi orang, gue selalu memandang dari segi fisik mereka.” Kata Arya penuh penyesalan.

“Sudahlah Arya, nggak perlu kamu minta maaf , aku sudah maafin kamu sebelumnya. Sekarang kita berteman kan ?”. “Lo sekarang bukan sekedar temen gue, lo mau kan jadi sahabat gue Do..?”. Aldo pun tersenyum dan memeluk temannya yang bernama Arya itu. Dan mereka pun kini menjadi sahabat baik.

Pesan yang dapat kita peroleh dari cerpen ini adalah bagaimanapun keadaan kita, janganlah kita menjadi orang yang sombong karena roda itu selalu berputar,tatkala kita berada di atas dan tatkala kita berada jauh di bawah. Semakin tinggi pohon, pasti akan semakin kencang anginnya, ketika kita tak sanggup menahan angin itu kita akan roboh dan jatuhnya pasti akan lebih sakit.

0 komentar:

Posting Komentar