PEMBAJAKAN MEMPERSEMPIT WAWASAN MAHASISWA
Banyak para dosen secara sengaja maupuntidak sengaja telah mempersempit wawasan mahasiswa tentang software. Pada dasarnya banyak pula para dosen telah memaksa mahasiswa untuk melakukan pembajakan pada software. Bagaimana tidak, seringkali terlihat dosen mengajar dengan program “A” sampai turun menurun tetap menggunakan program ”A” (walaupun versi barunya), seakan akan tak ada software lain yang bisa menggantikan si program “A”. lagi pula jelas jelas program A merupakan program berbayar, yang juga tidak murah.
Jadi mau tidak mau mahasiswa juga mengikuti sang dosen apalagi ditambah pesan dari dosen, yang menyatakan mahasiswa harus mengumpulkan dengan program “A”. kondisi seperti ini membuat mahasiswa mau tak mau harus memakai program A.
Seperti halnya dengan program SPSS, program ini sangat populer dikalangan statistika. Pada kasus dewasa ini dosen sering menggunakan progarm ini dan mahasiswa disuruh mengumpulakan dengan format ini pula. Setelah saya search di Internet ternyata harga untuk program SPSS ini lumayan mahal, saya lihat untuk kalangan komersial seharga $1,599 dan untuk kalangan mahasiswa seharga $619, jika dikalikan dengan harga dolar ($1 = Rp. 9.300,00) maka mahasiswa harus merogoh kantongnya sebesar Rp. 5.756.700,00 lumayan murah bagi mahasiswa yang tak tahu program free. Tapi jika dilihat dari segi mahasiswa mana mungkin ada yang mau merogoh kantongnya sampai lima juta, kebanyakan dari mereka menggunkan bajakannya.
Apakah dosen mengajarkan mahasiswa membajak?? Sebenarnya dosen tak menyuruh seperti itu tapi sadar atau tak sadar dosen akan mendorong mahasiswa melakukan pembajakan jika melihat kondisi dari mahasiswa.
Untuk itu harusnya dari kalangan dosen mempertimbangkan fungsi dan harga, jika ada program gratis yang dapat mencukupi kebutuhan mereka mengapa mereka tak beralih kesana?
Cari
Diposting oleh
Ari ardhana
0 komentar:
Posting Komentar