Cari

PENDIDIKAN SEKSUAL SEJAK DINI

Pendidikan seksual sejak usia dini sangat dibutuhkan saat ini, hal ini disebabkan karena generasi sekarang sudah mengalami tanda-tanda atau gejala-gejala yang dinamakan sebagai krisis moral. Sehingga sejak usia dini anak-anak perlu mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang pendidikan sexual sejak usia dini agar tidak mengalami krisis moral yang sebenarnya pada saat mereka beranjak dewasa, serta dapat terhindar dari bahaya pergaulan bebas dan sex bebas / free sex yang semakin tidak terkendali yang kebanyakan sering terjadi di kota-kota besar misalnya di kota Surabaya. Agar kedepannya nanti anak-anak tidak menjadi generasi yang rusak moralnya, maka sebagai orang tua wajib dan harus tetap selalu mengawasi berbagai macam perubahan yang dialami oleh anak-anaknya serta mencari berbagai informasi dan referensi yang berkaitan dengan pendidikan seks melalui buku, internet ataupun seorang pakar / ahli dibidangnya, sehingga orang tua bisa menerangkan dan menjelaskan apa itu seks serta apa saja yang dibicarakan tentang seks sesuai tingkatan usia atau tingkatan pendidikan seorang anak.

Berbicara tentang seks dalam pemikiran seseorang pasti berbeda-beda, ada yang berpikiran positif ada pula yang berpikiran negatif. Salah satu cara untuk mengarahkan anak agar selalu berpikiran positif tentang seks sampai dia beranjak dewasa adalah memberikan pendidikan seks sejak usia dini. Pendidikan seks di Indonesia kurang diperhatikan, sebab kebanyakan orang Indonesia menganggap bahwa seks adalah sesuatu hal akan diketahui dengan sendirinya seiring pertumbuhannya sebagai manusia, contohnya apabila anak sedang bertanya tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan seks setelah melihat acara yang disajikan di Televisi “ma, adik bayi itu datangnya dari mana?”

Sebagai orang tua kebanyakan akan memberikan jawaban yang tidak masuk akal atau bahkan mengalihkan perhatian serta menutup-nutupi hal tersebut sehingga akhirnya anak akan menjadi salah persepsi tentang hal tersebut.

Pendidikan seks tidak berbicara tentang anggota tubuh saja tetapi dapat didefinisikan sebagai pendidikan mengenai anatomi organ tubuh yang dapat dilanjutkan pada reproduksi sexsual, karena dengan sendirinya anak akan tahu mengenai seksualitas dan akibat-akkibatnya bila dilakukan tanpa mematuhi aturan hukum, agama, dan adat istiadat serta kesiapan mental dan material seseorang. “Pendidikan seks bagi anak wajib diberikan orang tua sedini mungkin tepatnbya dimulai saat anak masuk play group (usia 3 – 4 tahun). Karena pada usia ini anak sudah dapat mengerti mengenai organ tubuh mereka dan dapat pula dilanjutkan dengan pengenalan organ tubuh internal”. Ungkap almamater Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini Ap, M. Si seorang psikolog yang dihubungi okezone melalui telepon genggam. (20 / 02 / 2008)

Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan para orang tua untuk terhindar dari rasa ketakutan dan kecemasan yang nantinya akan dihadapi oleh anak-anaknya pada saat remaja atau beranjak dewasa. Misalnya, pada saat seorang anak akan ke kamar mandi untuk mandi atau BAK / BAB. Orang tua harus mendidik dan membiasakan seorang anak agar selalu melepas pakaiannya di dalam kamar mandi dan setelah BAK / BAB anak harus selalu membersihkan alat kelaminnya sendiri. Setelah dari kamar mandi apabila anak akan berganti pakaian dibiasakan usai keluar dari kamar mandi harus memakai handuk lalu mengenakan pakaian di dalam kamar atau langsung berpakaian di dalam kamar mandi. Hal ini bertujuan agar anak memahami bahwa tidak semua orang diperbolehkan untuk menyentuh dan memperlihatkan anggota tubuhnya serta dapat membiasakan seorang anak untuk lebih belajar mandiri. Hal lain yang bisa dilakukan untuk mengajarkan anak tentang seks adalah memberikan bacaan atau tontonan yang layak misalnya tentang perkembang biakan hewan atau tumbuhan. Sehingga anak bisa mengetahui perbedaan perkembang biakan makhluk hidup yang bermacam-macam.

Setelah anak diberikan pengarahan, pendidikan, serta pengetahuan tentang seks sesuai tingkatan usia atau tingkatan pendidikan seorang anak diharapkan anak tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif pada saat dia beranjak dewasa atau remaja serta anak tidak salah paham lagi tentang apa itu seks dan apa saja yang dibicarakan tentang seks serta tidak menyalahgunakan hal-hal yang berkaitan dan berhubungan dengan seks pada saat dia bergaul atau berteman. Sehingga, bisa terhindar dari bahaya pergaulan bebas dan sex bebas / free sex

0 komentar:

Posting Komentar