PENDIDIKAN RENDAH BUKAN BERARTI BODOH
Pada sore hari terdengar dering telefon sasa berbunyi,,, kriiiiiiiiing,,, kriiiiiig,,, kriiing,,,,
“halo…. Assalamualaikum? Ucap sasa”.
“Waalaikumsalam, jawab si penelfon”.
“
“Dia menjawab bisa bicara dengan sasa ini aku yudha, aku ingin berkenalan denganmu sasa, apakah boleh aku jadi temanmu?”.
Sasa masih berpikir panjang untuk menerima ajakan yudha untuk menjadi temannya. Kemudian sasa menjawab….
“ya udahlah, gak apa, aku mau jadi temanmu”.
“Beneran sasa,,, kamu mau jadi temanku, terima kasih ya sa,,, ucap yudha.
Dari sinilah awal perkenalan sasa dan yudha. Sejak itu yudha sering sekali menelpon sasa untuk mengetahui kabar sasa.
“hai sasa, gimana kabarmu? Aku kangen nich sama kamu, canda yudha”.
“Ah bisa saja kamu yud, masak orang kayak aku gini ada yang ngangenin, jawab sasa dengan candanya”.
Yudha selalu menggoda sasa sampai-sampai salah tingkah. Suatu ketika, sasa bertanya pada yudha tentang kehidupannya. Tetapi yudha selalu berkelit dan apa yang dikatakaan tidak begitu meyakinkan sasa.
“yudha aku boleh menanyakan sesuatu gak sama kamu? Tanya sasa”.
“Boleh aja, mau tanya apa kamu? Ucap yudha”.
“Umur kamu berapa sih dan kerjaan kamu apa? Tanya sasa”.
“umur aku 25 tahun dan aku lagi nganggur gak kerja, jawab yudha”.
Dalam hati sasa mengatakan masak suaranya besar kayak gini masih umur 25 tahun., akhirnya sasa percaya saja dengan apa yang dikatakan yudha.
“oh ya udah yud, jawab sasa”.
“Emangnya ada apa? Tanya yudha.
“gak ada apa apa kok aku Cuma ingin tanya aja”.
Dari perkenalan itu timbul rasa sayang diantara sasa dan yudha mereka merasa sudah cocok satu sama lain dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan yang serius.
“sa, selama aku kenal kamu aku ngerasa nyaman sama kamu, aku sudah merasa cocok bersama kamu sa, aku ingin kita bisa menjalani hubunngan yang serius bukan sekedar teman saja, tapi itu pun kalau kamu mau sa menerima aku, ucap yudha”.
“Maksudmu kita pacaran gitu? Tanya sasa.
“Iya sa…kamu ngerti
“Ehmmmm,,, sejujurnya aku juga sayang sama kamu sejak kita kenal, aku ngerasa nyaman bersama kamu yud, kamu ngerti apa yang aku mau. Ya uda yud, kita coba hubungan kita ini bisa menjadi serius, jawab sasa”.
Sejak saat itu hubungan yudha dengan sasa tejalin dengan baik.
Suatu ketika, permasalahan muncul ketika teman sasa menelponnya dia bernama heri. “halo sasa, ini aku heri. Oh heri iya ada apa ya tumben kamu telfon? Tanya sasa”.
Sekian lama sasa dan heri berbicara lewat telfon. Tiba-tiba sasa bertanya tentang yudha kepada heri.
“her, kamu kenal yudha gak? Ini nomernya 085730235228, tanya sasa”.
“oh itu iya aku kenal, emang kenapa sa kok tiba-tiba kamu tanyak dia? tanya heri terheran-heran”.
“dia itu sebenarnya sapa sih? Dia lo telfon aku her”.
“Tau gak sa dia itu dah punya istri dan dia dah punya anak, ucap heri.
Sasa kaget setelah mendengar kabar dari heri kalo yudha sebenarnya sudah berkeluarga.
“yang bener kamu her apa yang kamu omongin barusan, ucap sasa.
“Bener sa,,, ngapain aku bohong sama kamu,jawab heri”.
Setelah mendengar kabar dari heri akhirnya sasa memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengan yudha dan saat itu juga sasa marah sama yudha dan segera menghubungi yudha.
“yudha aku mau ngomong sama kamu, ucap sasa dengan nada marah”.
“mau ngomong apa sa kok keliatane penting banget, tanya yudha”.
“Kenapa kamu gak jujur sama aku yudha tentang semua kehidupanmu dan apa yang terjadi sama kamu sebenarnya? Tanya sasa”.
“Aku takut kamu gak mau temenan sama aku sa…
Pada saat itu juga yudha menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
“istri aku meninggalkan aku dan anak ku sa,, sudah 5 tahun aku ditinggal tanpa dia ngasih kabar ke aku, dia lebih memilih bekerja menjadi TKW dari pada mengurus keluarganya, aku sudah cukup sakit hati sama dia sa, maka dari itu selama 5 tahun aku menunggu kini aku berniat memilih membuka lembaran baru dan menutup semua kenanganku dulu sa, ucap yudha panjang lebar pada sasa”.
Sasa hanya terdiam tanpa berkata-kata sama sekali, akhirnya yudha meminta maaf pada sasa dan berharap agar sasa mau memafkannya dan yudha pun berharap agar sasa masih mau menerimanya kembali.
“tolong maafin aku sa, aku tau aku salah aku gak jujur sama kamu, aku harap kamu masih mau menerimaku lagi sa karena aku sayang sama kamu, ucap yudha”.
“Ya udah yud, aku maafin kamu dan aku menerima kamu dengan apa adanya, karena aku juga sayang sama kamu”.
“Terima kasih sasa kamu dah mau maafin aku”.
Sasa melihat yudha bukan dari segi fisik, materi, atau pun status, sasa menyukai yudha karena hatinya sangat sabar menghadapi masalah yang dialaminya dan sabar menghadapi sikap sasa yang manja dan selalu ingin dimengerti, yudha sangat mengerti dengan kemauan sasa. Oleh karena itu sasa menerima yudha dengan apa adanya tanpa menuntut apapun dari yudha.
Setelah sasa mengetahui siapa yudha sebenarnya, hubungan mereka semakin mesra dan sasa ingin sekali yudha berubah untuk menjadi lebih maju.
”yudha, aku boleh tanyak sesuatu gak sama kamu?tanya sasa”.
“Boleh aja dong, masak gak boleh sich,,,
“didalam hatimu, kamu mempunyai keinginan untuk lebih maju gak? Tanya sasa”.
“siapa sih sa,,, yang gak mau lebih maju, setiap orang juga mempunyai keinginan untuk maju begitu juga dengan aku sa,,, aku ingin sekali maju, bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, bisa mencukupi anak dan keluargaku, itu cita-citaku. Memang untuk sekarang ini aku adalah yang kurang beruntung aku hanya pekerja serabutan yang penghasilannya tidak tetap”.
“Kamu mau gak ikut kejar paket buat dapetin ijazah biar kamu bisa mencari pekerjaan yang layak yud, buat masa depan kamu? Tanya sasa.
“Aku mau sa tapi gak sekarang saat ini aku masih butuh uang banyak buat sekolah anakku maka dari itu aku perlu ngumpulin uang buat bisa sekolah lagi, jawab yudha”.
“Ya udah aku doain ya yud, biar kamu bisa mencapai cita-cita kamu, ucap sasa.
Seiring perjalanan cinta yudha dan sasa, mereka saling mendukung satu sama lain bagitu juga dengan sasa yang mengajari yudha tentang apa arti pendidikan dan hal-hal lain yang yudha belum mengetahuinya.
“Yud, aku ada tugas nich dari dosen, aku boleh gak minta pendapat kamu? Tanya sasa. “Boleh aja sa emang tentang apa? Jawab yudha.
“Gini yud, dengerin ya pertanyaannya, apa yang kamu fikirkan jika saat ini telah terjadi korupsi yang dilakukan oleh anggota DPR? Tanya sasa pada yudha.
Kemudian yudha menjawab pertanyaan dari sasa sesuai dengan pendapat yudha sendiri. “Menurut aku sih, orang yang memiliki jabatan tinggi seperti DPR tidak memiliki moral yang baik dan tidak patut untuk dicontoh oleh rakyatnya, jawab yudha”.
“Ok...ok siplah yud makasi ya kamu sudah jawab pertanyaanku,,, ucap sasa dengan candanya”.
Suatu hari sasa berkunjung kerumah yudha, untuk menemui keluarga dan anka yudha. Keluarga yudha menyambut sasa dengan baik walaupun kondisi rumah dan lingkungan sekitarnya sangat berbeda jauh dengan sasa tetapi sasa senang dan betah dirumah yudha.
“mari nak,,,, silahkan duduk, ajak ibu yudha”.
“inilah gubuk yudha tinggal nak, ucap ibu yudha pada sasa dengan merendah”.
“enggak bu, jangan bilang gitu, ujar sasa sambil tersenyum”.
“nginep sini ya nak, jangan keburu pulang dulu, ucap ibu yudha”.
“iya bu, saya nginep 2 hari ya bu”.
“iya nak, gak apa ynag penting kamu mau nginep sini aja ibu udah seneng”.
Dalam waktu singkat itu sasa menyempatkan untuk mangajari yogi anak yudha dalam belajarnya..
“yogi, belajar apa? Tanya sasa”.
“ini te,, belajar bahasa
“oh,,, boleh tante Bantu? Ajak sasa”.
“boleh te,,, aku ingin belajar sama tante,ucap yogi”.
Sasa juga selalu memberi motivasi pada yogi agar selalu menjadi yang terbaik di sekolahnya dan selalu rajin dalam belajarnya.
“yogi, harus rajin belajar ya? Biar jadi anak pinter, juara terus disekolahnya, ucap sasa”.
“iya te,, aku akan lebih rajin lagi belajarnya, jawab yogi”.
Dukungan pada yudha dan yogi tidak henti-hentinya dilakukan oleh sasa. Sasa sering menolong yudha dalam segala hal yang mendukung yudha agar lebih maju dan yudha juga layak mengetahui informasi terbaru dan layak mendapatkan pendidikan dari lingkungannya dan yudha juga memiliki wawasan yang luas dengan adanya dorongan dari sasa. Hubungan yudha dengan sasa sampai sekarang baik-baik aja dan sasa pun tetap dengan semangat memberi dorongan kepada yudha agar menjadi lebih baik dan layak mendapat pedidikan tinggi.
0 komentar:
Posting Komentar