Cari

KARANGAN FIKSI

Kisah Awal jadi Mahasiswa

Ada seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya. Mahasiswa tersebut mengambil prodi Teknologi Pendidikan, saat ini dia tinggal di rumah pamannya yang kebetulan dekat dari kampus tempat dia belajar. Pamannya seorang pengusaha, beliau mempunyai studio foto dan video, beliau mempunyai 4 karyawan tetap dan beberapa karyawan tidak tetap (freeland), dan 4 karyawan itu diantaranya adalah mas eko, mas hani, mas narto, Adan mas pur, 4 karyawan ini anak – anak dari kota tempat tinggal paman mahasiswa tersebut yaitu kota Madiun. Mahasiswa tersebut banyak belajar dari karyawan – karyawan pamannya tentang perkembangan ilmu audio dan video.

Disini saya akan menceritakan sedikit karakter dari karyawan – karyawan paman mahasiswa ini, mas pur adalah karyawan paling baru dan dia masih pemula dan masih belajar sama seperti mahasiswa tersebut. Adapun mas hani adalah karyawan yang sudah hampir 1 tahun menggeluti pekerjaan editing ini jadi dia ini sudah sedikit menguasai dalam hal editing video. Dan yang terakhir adalah mas eko dan mas narto, mereka sudah bertahun – tahun menjadi karyawan dari paman mahasiswa tersebut, jadi mereka sudah mahir dalam dunia editing, saya dapat mengatakan bahwa mereka layak diberi sebutan Master of video editing karena mereka selalu berkembang dan sudah menguasai trik – trik seorang editor professional. Semua karyawan dari paman mahasiswa tersebut mayoritas masih muda sekitar berumur 22 tahun, jadi masih seumuran dengan mahasiswa tersebut. Dan mereka juga anaknya baik – baik dan tidak sombong, mereka tidak segan untuk mengajari mahasiswa tersebut untuk bisa menjadi editor yang baik.

Akan tetapi biasanya mahasiswa ini sering belajar dalam hal editing video ini dengan mas narto, karena cara dia menyampaikan ilmunya mudah dipahami dan konkrit, sedangkan mas eko, walaupun dia mempunyai banyak ilmu dalam editing video, tapi dia sulit untuk mengutarakan ilmunya melalui kata – kata. Dan mahasiswa ini semakin mengerti tentang apa itu audio dan video. Disinilah mahasiswa ini mendapatkan pengalaman dan dia semakin bersemangat untuk menuntaskan prodinya, dan juga selain kuliah dia juga mempunyai aktivitas lain yaitu memperdalam dunia video editing, syukur alhamdulillah mahasiswa ini juga di gaji dalam mengembangkan usaha pamannya tersebut. Jadi hasil keringatnya mahasiswa ini sudah bisa jadi uang, he he he.

Dan untuk waktunya, dia pintar banget untuk mengatur waktunya dalam hal kuliah, mengerjakan tugas kuliah dan dalam aktivitas lainnya yaitu membantu usaha pamannya tersebut, namun disini dia tetap lebih mengutamakan prodinya dan sampai sekarang aktivitas perkuliahannya tidak terganggu oleh aktivitas lainnya.

Dan kebetulan lagi hal ini sangat membantu dalam kegiatan study nya karena prodi Teknologi Pendidikan itu ada hubungannya dengan audio dan video, jadi di sini dia sudah memperoleh banyak pengalaman tentang audio dan video sehingga dapat mendorong dia untuk semangat menekuni prodinya tersebut. Sebelum tahu hal ini dia masih bimbang akan prodi yang diambilnya karena prodi ini merupakan pilihan keduanya saat mengikuti tes masuk perguruan tinggi dan tidak tahu pasti dalamnya prodi Teknologi Pendidikan tersebut, tapi setelah dia memperoleh pengetahuan dari usaha yang digeluti pamannya, jadi sekarang dia yakin akan prodi yang diambilnya. Dan seiring berjalannya waktu dia semakin bahagia dan nyaman atas semua yang terjadi pada dirinya saat ini karena dia bisa lebih mandiri dan dengan kehidupannya saat ini dia semakin paham betapa ketatnya persaingan dalam sumber daya manusia saat ini, hal itu semakin menambah semangatnya untuk lebih mengoptimalkan lagi pengetahuannya sehingga dia yakin bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi orang sukses dalam hal belajar maupun bekerja, da dia mempunyai semboyan “Bukan kita ada di tangan dunia tapi dunia ada di tangan kita”, jadi kita tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman yang semakin canggih akan teknologi

Dari sini kita dapat menarik kesimpulan bahwa mahasiswa ini awal jadi mahasiswa dapat dikatakan tidak tahu apa – apa tentang dalamnya prodi Teknologi Pendidikan karena prodi ini pilihan kedua saat dia mengikuti tes masuk perguruan tinggi, namun setelah dia mendalami profesi editor dan sharing dengan teman – temannya, dia mendapat begitu banyak pengetahuan dan pengalaman tentang prodinya, akhirnya sekarang dia sudah sedikit demi sedikit paham akan dalamnya Teknologi Pendidikan, itulah kisah awal seorang mahasiswa yang dapat dikatakan dulunya dia tersesat dalam prodinya yakni Teknologi Pendidikan, namun kenyataan saat ini terbalik dengan dulu, dia anggap sebuah keberuntungan dapat memilih prodi ini, karena baginya saat ini Teknologi Pendidikan adalah sebuah prodi yang fleksibel dan mempunyai masa depan yang cerah.

0 komentar:

Posting Komentar