BIOTEKNOLOGI DI DESA BATU
Desa Batu (Malang) adalah sebuah desa dimana 55% dari penduduknya berprofesi sebagai petani sekaligus peternak, awalnya pada tahun 1990 petani di desa batu ( malang ) ini ekonominya sangat rendah, kebanyakan penduduk beralih profesi sebagai buruh pabrik. Tetapi menginjak awal tahun 1997 banyak penduduk desa ini kembali pada profesinya yang dulu menjadi Petani dan peternak karena dirasa perekonomian para petani dan peternak menjadi lebih baik pada tahun tersebut di bandingkan dengan pegawai pabrik yang banyak menyita waktu dan sistim kerja kontrak yang diterapkan sebuah pabrik, melatar belakangi perpindahan profesi penduduk desa tersebut.
Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi perpindahan profesi tersebut yang paling berpengaruh adalah, perkembangan bioteknologi bagi penduduk desa Batu. perkembangan tersebut membawa kesejahteraan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan peternak, karena bioteknologi yang dikembangkan adalah bidang pertanian dan teknologi utuk mengelola peternakan dengan baik. seperti dalam bidang pertanian adalah pengembangan bibit unggul, yang cepat panen dan mudah di tanam, berbagai macam sayuran sehat. Dalam bidang peternakan, mengelola ternak dengan cara yang benar sehingga bermanfaat bagi masyarakat. serta pemanfaatan hasil kotoran ternak menjadi bahan yang berguna bagi kesuburan tanah yang di kelola oleh petani.
HASIL DARI PERKEMBANGAN BIOTEKNOLOGI
Produk yang di hasilkan oleh Penduduk Desa Batu:
1. Bibit unggul
Bibit unggul adalah bibit yang telah dikembangkan dengan teknologi tertentu sehingga dihasilkan bibit-bibit yang mempunyai kualitas yamg baik. seperti bibit padi cepat panen, jagung bisi dua,dll.
2. Tanaman hibrida
Tanaman hibrida merupakan tanaman yang higienis, terbebas dari bahan kimia.
3. Susu
Susu ini di hasilkan dari sapi yang dipelihara oleh para petani, dengan hasil susu yang bagus dan berkualitas hasil dari susu ini tidak hanya dijual dengan berupa susu saja tetapi dengan berbagai wujud seperti yoghurt dll.
4. Pupuk kompos
Dari ternak yang dipelihara oleh petani dan telah menghasilkan susu, dari hasil kotorannyapun dapat dijadikan pupuk kompos alami tanpa zat kimia berbahaya, yang dapat mengurangi kesuburan tanah dan dapat membuat tanaman tidak produktif.
PROSES PEMBUATAN PRODUK
1. Proses Pembuatan Bibit Unggul
Pembuatan bibit unggul ini di hasilkan dengan berbagai macam percobaan, persilangan antara bibit-bibit padi lama dengan padi yang baru dipanen serta pemberian vitamin yang merangsang partumbuhan bibit sehingga dapat segera dipanen. Dan menghasilkan hasil yang lebih banyak.
2. Proses Pembuatan Tanaman Hibrida.
Tanaman Hibrida ini sebenarnya dibuat dengan cara menanam seperti biasanya tetapi cara perawatan serta pemupukannya yang berbeda, tidak seperti tanaman biasanya yang perwatannya menggunakan pupuk yang mempunyai zat kimia, tanaman hibrida ini diberi pupuk yang alami tidak menggunakan zat kimia apapun, sehingga tidak berbahaya bagi penggunanya, dapat menjadi obat bagi beberapa penyakit, seperti diabetes, darah tinggi, dan kekurangan darah, tidak hanya khasiatnya banyak akan tetapi harganya juga sangat tinggi. Sehingga hanya kalangan tertentu yang bisa membelinya.
3. Proses Pembuatan Produk-Produk dengan Bahan Dasar Susu.
Susu dihasilkan dari sapi yang dipelihara oleh petani, susu tersebut tidak dijual berbentuk susu saja tetapi dengan berbentuk lain seperti :
a. Susu pasteurisasi
Pasteurisasi susu adalah perlakuan panas terhadap susu pada waktu suhu dan waktu tertentu yang bertujuan untuk membunuh mikroorganisme pathogen dan melemahkan mikroorganisme non pathogen lainnya dengan mengurangi seminim mungkin kehilangan zat gizinya, karena bahan makanan yang di pasteurisasi tidak dapat menyebabkan penyakit, tetapi hanya mempunyai masa simpan yang terbatas.
Pasteurisasi biasanya disertai dengan cara pengawetan yang lain yaitu dengan cara pendinginan.
Dalam holding metode sejumlah besar susu di panaskan seluruhnya sampai suhu tertentu selama jangka waktu. Suhu yang digunakan 63oC selama 30 menit suhu diatas 66oC, menyebabkan timbulnya flavor susu masak dan kemungkinan rusaknya lapisan tipis sekitar butiran lemak sehingga mengurangi kecenderungan susu menjadi cream
Pada proses pasteurisasi terdapat tahapan homogenisasi butiran lemak susu yang bertujuan untuk menghidar terjadinya pemisahan lemak susu pada proses penyimpanan produk. Disamping itu 25% dari casein menjasdi terserap kepermukaan lemak. Susu yang sudah mengalami proses homogenisasi menjadi lebih mudah rusak oleh panas dan asam karena jumlah butiran lemak yang mengikat dan daerah permukaan menjadi lebih luas dengan adanya aktifitas enzim lipase menyebabkan mudah tengik. Hal ini dapat diatasi dengan perlakuan pasteurisasi yang akan menonaktifkan enzim lipase.
Langkah kerja pasteurisasi
A. Bahan
§ Migroft
§ Sari susu
§ Susu
§ Telur asin
B. Bahan yang digunakan
§ Homogenizer
§ Mesin packing
§ Water bath
§ System PHE (pensteril dengan menggunakan pipa)
C. Langka-langkah pembuatan
§ Susu dipanaskan pada suhu 36oC selama 5-6 menit
§ Setelah dipanaskan kemudian dimasukkan ke homogizer untuk menghaluskan lemak yang tidak rata
§ Untuk pasteurisasi selama 15 menit pada suhu 72oC
§ Kemudian dimasukkan kedalam botol kemudian di packing dan dimasukka kedalam cooling room pada suhu 40oC, masa kadar luarsa 4-5 hari.
b. Yoghurt
Yoghurt adalah produk pangan hasil fermentasi susu yang mengandung cita rasa khas. Yoghurt mempunyai tekstur semi padat sebagai akibat dihasilkan berbagai komponen volatile penentu flavor seperti diasetil asetal dehid karbon dioksida.
Secara alami yoghurt memanfaatkan kemampuan bakteri asam laktat (BAL) yaitu Streptococcus Thermophilas Dan Lactobaallus Bulgaricus. Kedua bakteri ini termasuk kelompok thermophil, yaitu kelompok bakteri yang suhu pertumbuhan optimalnya adalah 45oC-55oC. sehingga dalam pembuatan yoghurt suhu inkubasi yang digunakan sekitar 45oC.
A. Bahan
§ Susu segar
§ Skim
§ Essen
§ bakteri streptococcus
§ susu asam
§ gula
§ bakteri lactobacillus
B. Alat
§ Incubator
§ Water bath
§ Lampu spartus
§ Freezer (ruang pendingin)
C. Langkah pembuatan
§ Skim 45% dari susu segar dimasukkan kedalam wadah yang steril
§ Panaskan di water bath dan tertutup pada suhu 103,7oC
Dinginkan di freezer pada suhu 45oC.
§ Bakteri dituangkan 5% dari bahan yang digunaklan sekeliling wadah bakteri dilapisi lampu spartus.
§ Masukkan kedalam incubator pada suhu 37oC selama 4-7 jam bentuk yang dihasilkan kenyal, putih dan halus.
§ Agar tidak asam diberi gula dan essen dan masukkan freezer.
LEMBAGA PENGEMBANG BIOTEKNOLOGI DI KAB. MALANG
Akibat dari perkembangan bioteknologi didirikan Lembaga yang menaungi serta mengkoordinir pengembangan dan penelitian bioteknologi. Badan ini di sebut BBDAPTHT (Balai Besar Diklat Agribisnis Pertanian Dan Teknologi Hasil Ternak. Balai ini bertugas mengembangkan bibit-bibit untuk ditanam oleh petani, serta penyedia sarana bagi petani untuk membuat produk seperti yoghurt dll. Serta penyedia bibit. Dan tempat bagi para petani untuk memasarkan hasil pertanian dan hasil peternakan mereka.
Balai ini juga bertugas sebagai lembaga diklat bagi siswa atau organisasi untuk mempelajari dan dapat menguasai bioteknologi yang telah diciptakan oleh penduduk serta para pengembang yang betugas di BBDAPTHT.
0 komentar:
Posting Komentar