Cari

Pengecut

Ok..Let’s See My Short Story….Semoga MEnghibur!!
Sebuah Cerpen OLeh : Arya Rizky Prasetiya

Aku tak menampakan mukaku. Masih berupa bayangan hitam yang tak sesuai ukuran tubuhku. Aku hanya bayangan. Yang tak pernah jelas menampakan wujud dari aslinya. Sampai aku tersadar bahwa ak harus berdiri, menjelaskan sesuatu, atau mengungkapkan. Tapi apa??
” Oh, tidak!!” jiwaku memberontak keras!!tak menerima keinginanku yang berseberangan dengan kelakuan dan kehidupannya.
Lalu gadis itu hadir, ” Ry, kau tidak apa-apa?” tanyanya membuatku semakin tersungkur.
Apakah itu perhatian? apakah kekhawatiran? atau sekedar keingintahuan semata.
” Tidaaaaakk!!!!!!!’ Jiwaku lebih keras memberontak ketika kucoba menjelaskan apa yang kurasa.
apa sih maumu? dijelaskan pun tidak bisa, dipendam pun menyesakkan. rasanya ingin berteriak dan memaki diriku sendiri. apa yang kurasa? ” Tidaaaaaaaaaaakk!!!!! Teriakan lebih keras muncul saat kucoba menjelaskan bahwa yang kurasa adalah cinta. tertawa dalam diriku. menggali setiap makna yang kudapat sejak mengenalnya!!

” Hahahahahah…Pecundang!!! Apa kau bilang??? cinta???Anjink, Bedebah, Setan..Mampus lu dengan semua itu” Jiwaku semakin lancang memberontak…
Air mataku tak tertahan, terjatuh menitik membasahi bumi. Tangisan penyesalan karena aku tak bisa mengakui, tak bisa menerima kalau aku mencintainya.
******
” Ry, ada apa???” gadis bernama Syifa itu bertanya lagi.
Anjink!!kenapa harus kau tanya? kenapa harus kau beri secuil perhatian ini??bagimu muungkin biasa, tapi bagi orang gila sepertiku, itu sangat berarti, Kau takkan mengerti hatiku. Karena aku sendiripun tak mengerti dan tak mampu mencoba memahaminya!!
Aku terdepak dalam sebuah ruangan gelap gulita…tak ada cahaya tapi aku mampu melihat…Ya, melihat bayangannya..Bayangan Syifa menghantuiku. Tawaku tak terdengar siapapun, senyumku tak terlihat siapapun..Aku seorang diri, menyadari dan menikmati ketakutanku.
Entahlah, dia akan tau tidak!!! Tapi harusnya dia tau. akan isyarat mata dan hatiku. Anjiiiiiink..” Setiap Aku mencoba menerima kenyataan bahwa aku mencintainya, tubuhku berguncang, seolah setiap sel di tubuhku ingin keluar dan memisahkan diri dariku.Mengecam dan memaki apa yang kurasa.
Kulihat senyumnya selalu ada. Tapi tak cukup kuat untuk menghapus kata-kata yang sudah tertulis jelas di otakku, bahwa dia jelas mengharapkan seseorang akan menjadi pengisi hatinya. DAN ITU BUKAN AKU.
Hari ini aku tersenyum, karena ada senyumnya!!AKu manusia cengeng dan pengecut. Maki saja sampai kau puas memaki, hingga takkan ada lagi makian-makian untuk orang yang tak pantas mendapat makian. Maki saja aku yang terus menikmati kesakitanku. Menikmati sesaknya nafasku, dan Menikmati Kegilaanku. Menikmati Diriku yang menjadi pecundang, yang hanya berani memandang dari belakang.
Waktu, aku tak mungkin menyerahkan pada waktu. aku pemimpin dan imam. bukan penunggu. Tapi tetap saja aku ini pengecut.

0 komentar:

Posting Komentar