Cari

-Me Vs My BoyfRiend-

Ternyata, peribahasa orang zaman dulu bahwa “Witing tresna jalaran soko nggelibeteh,, maksudnya “...jalaran soko kulino” itu bener lho… Seperti yang dialami Cindy dalam kisah ini***

“Bagus!!!” teriak Cindy ketika jilbabnya diacak-acak Bagus. “Hweek!!” ledek Bagus sambil menjulurkan lidah dan segera berlari sebelum Cindy membalasnya***

“Sabar ya Ndy!” tutur sahabatnya Fatim, yang saat itu ikut membantu Cindy merapikan jilbabnya di kamar mandi. “Uuhh….Arrgh….!!” teriak Cindy, “Nyebelin banget che Bagus tuch! Kenapa juga dulu dia tuch pake masuk kelas kita segala?” tanya Cindy kesal. “Yach,,, mungkin dia pengen deket ma kmu Ndy…” sindir Fatim. “Beuhhh.. amit-amit dech kuw sampek suka ma cowok pemalas, tukang rusuh, tukang bolos, tukang usil, tyusss…ehmmm… tukang apa lagi yach? Ahhh… bodoh ah… ngapaen juga kuw ngomongin dia!” cetus Cindy sambil berjalan menuju kelasnya. “Jangan gitu Ndy,,, ntar kualat Lho! Gitu-gitu dia juga terkadang peduli ama temen khan?” bantah Fatim. “Iya,,, kalo obatnya lagi abis!” jawab Cindy sambil terus merapikan jilbabnya.

“Tapi…” Fatim berusaha membantah. Gak usah pake tapi-tapian! Pokoknya Bagus itu NYEBELIN!” Sela Cindy, “Kamu itu,, ngapain che bela-belain cowok tukang rusuh kaya dia! Kamu suka ya ma dia?” Tanya Cindy kesal sambil berkacak pinggang. “ Ya, enggaklah Ndy,,, lagian yang pantes ma Bagus itu kamu! Kalian tuch low diliat-liat serasi banget low!” tegas Fatim. “Apaan sich kamu!” jawab Cindy sewot. “Tet…tet..tet…” bel masuk kelas sudah berbunyi. Kemudian mereka masuk ke kelas XII IPA 4, SMA TUNAS BANGSA***

Di Kelas…

“Kemana aja sich kamu?? Untung Bu Uli belum datang!” tanya Bagus tanpa ada rasa bersalah. “Bukan urusan muw!” jawab Cindy ketus sambil beranjak duduk di bangkunya, yang letaknya di belakang bangku Bagus.

Jam pelajaran pertama Bu Uli Rachmawati, guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Cindy senang sekali karena selain dia salah satu guru favorit Cindy, dia juga terkenal friendly lho???

“Selamat Pagi!”, sapa Bu Uli. “Pagi Bu……!!!”, jawab anak-anak serentak seperti paduan suara. “Anak-anak,,,coba kalian kerjakan buku paket hal 29 Exercise 3. Soal dikerjakan individu dan nanti dikumpulkan di ketua kelas”, ucapnya. “Yachhh……Bu….???” jawab mereka protes. Sepertinya biasanya, teman-teman Cindy mengeluh jika diberi tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga. Tapi, bagi Cindy itu tidak masalah karena Cindy jago banget kalo masalah pelajaran bahasa Inggris. Dengan semangat, Cindy pun membuka buku paketnya dan mulai mengerjakan tugasnya.***

30 menit kemudian…..

“Tet…Tet…Tet….”, bel istirahat sudah berbunyi, tapi Bagus belum selesai mengerjakan tugas. “Huh... Tugas gitu ja lama banget ngerjaennya?” sindir Cindy yang masih kesal atas kejadian tadi pagi. “Yach… karena kuw terlalu pinter, jadi butuh waktu lama buat berpikir, supaya tambah baik gitu hasilnya.” balas Bagus. “Huhhh…ngeles aja kamu kaya angkot!” balas Cindy yang gak mau kalah. Tak sengaja, Cindy melihat dan membaca karangan yang dibuat Bagus, tugas mengarang masalah pribadi untuk dikonsultasikan kepada Psikiater.

“ I love someone, she is beautiful, smart, friendly, and not chose friends if she make relation with them. I’m confused, I love her but I’m shy to say about my feeling. I’m afraid, she will keep off from me if I say I love her.”

“Haha…ha..ha… mang ada yach cewek yang bakalan suka ma kmu? Tukang bolos, tukang usil, tukang bikin masalah kaya kamu” ejek Cindy tanpa rasa sungkan. Kemudian Bagus menghadap Cindy yang sejak tadi duduk di sebelahnya. “Ehmmm…Ndy,, sebenernya..sebenernya..ehm…aku…aku..” ucap Bagus lembut sambil memajukan wajahnya ke wajah Cindy. Hal itu membuat jantung Cindy mulai berdegup kencang. Cindy ngerasain deru nafas Bagus. Mata Bagus yang indah bisa ditatapnya dalam jarak kurang dari 10 cm. “Ehmm…aku…” ucap Bagus serius. “Apa?” tanya Cindy lembut. “Aku dari tadi bau kentut… kamu yach Ndy yang kentut?” jelas Bagus sembari beranjak dari bangkunya sebelum Cindy memukulnya***

Keesokan harinya di kelas XII IPA 4…

“Pagi anak-anak……….!!!!”, tiba-tiba Bu Nanik, guru Biologi mereka, masuk kelas dengan jawaban serentak dari anak-anak. Sekarang kalian buat kelompok maksimal 8 orang untuk praktik proses fotosintesis minggu depan, kemudian hari ini kalian buat dulu kerangka laporan dan dasar teorinya”, perintahnya kepada kami.

Dalam hitungan detik keramaian sudah terjadi. Semua ribut mencari kelompok. Tapi, kurang dari satu menit Cindy sudah membentuk kelompoknya. Cindy memang terkenal rajin di kelas, dan ia selalu berusaha membuat tugasnya menjadi se-perfect’ mungkin agar mendapat nilai yang maksimal. Tak heran kalau teman-teman sekelasnya suka menjadi kelompoknya.

“SSSSttttt….ayo anak-anak kalian sekarang berkumpul dengan kelompok kalian masing-masing! Ayo cepat-cepat!” perintah Bu Nanik.

“Ehmmm…Bu…” tiba-tiba Bagus maju ke depan. “Kenapa Gus? Mana kelompokmu?” tanya Bu Nanik. “Ehmm……. anu Bu..saya…sa…sa..ya…” jawab Bagus celingukan. “Iya,,, kamu kenapa?” tegas Bu Nanik lagi. “Saya belum dapat kelompok Bu….???” Jawab Bagus agak memelas. Tiba-tiba Bu Nanik melihat ke arah Cindy dan kelompoknya, “Cindy…. Bagus ikut kelompok kamu saja!”. “Hah….apa Bu???” Cindy tersentak kaget. “Iya,,, Bagus kan teman kamu dari kelas X, lagian Ibu lihat kelompokmu juga kebanyakan teman-temanmu waktu kelas X jadi mungkin Bagus bisa akrab kalau sama kalian” tegas Bu Nanik. “Ehmmm… tapi Bu?” Cindy berusaha memprotes. “Udah gak pakai tapi-tapian! Pokoknya Bagus masuk kelompokmu!” tegas Bu Nanik lagi.***

Jam Pelajaran kedua, Kimia….

Tiba-tiba ketua kelas mereka maju ke depan, “Teman-teman, hari ini Bu Wismaning tidak bisa hadir karena Beliau sedang ada keperluan dinas di luar kota. Oleh karena itu, Beliau menitipkan pesan agar kita membentuk kelompok praktikum maksimal 5 orang. Ehmmm… bagaimana kalau kelompoknya kita buat sistem undian saja agar rata pembagiannya?”. “Oke…setuju!!!” jawab anak-anak serentak.

Pembagian kelompok pun dimulai, masing-masing anak telah mengambil nomor undian. ”Kelompok 1, yaitu Cindy, Bagus,……” kata Ketua Kelas sambil mencatat nama setiap kelompok di papan tulis.

“Hah…. ama Bagus lagi????” Cindy tersentak kaget. “Yach,,, dunia ini memang sempit yach? Lagi-lagi aku sekelompok ama si tukang kentut ini lagi?” sindir Bagus pada Cindy yang benar-benar kesal***

Setibanya di rumah….

“Arrrrghhh…. apes banget gue hari ney!!!” teriak Cindy sambil merebahkan tubuh di atas tempat tidurnya.

Tiba-tiba….

“Ouw ia…. Aku tau sekarang apa yang harus kulakukan,” muncul ide cemerlang dari otak Cindy. Bergegas Cindy mencari HP-nya di dalam tas dan mengirim SMS pada Bagus. “Gus, besok Minggu kita kerja kelompok di rumah kuw. Tugasmu cuma nyiapin semua yang kita perlukan waktu kerja kelompok. Jangan lupa yach,,, Tks”. Beberapa menit kemudian Bagus membalasnya, “Kuw gagh ikud Besok, Males!!! Kamu Ja yach yang ngerjaend? Selamat mengerjakan?”. Cindy pun membalasnya lagi, “Cuma nyiapin ja masa berat che? Low geto jangan ngarep namamu bakal tak cantumin! Week!!!”. Beberapa menit Cindy menunggu, namun SMS nya tak kunjung dibalas oleh Bagus***

Keesokan hari, waktu kerja kelompok di rumah Cindy…….

“Ney Ndy pesenan loe….” ucap Bagus sambil menaruh alat dan bahan yang dibawanya. “ Ouw,,, ternyata cowok pemalas kaya kamu mau datang juga yach?? Katanya males?” sindir Cindy pada Bagus. “Udah dech,,,sebenernya kuw juga males ketemu ma cewek kentutan kaya kamu?” balas Bagus. “Eh,,,, udah…udah… jangan berantem terus Ah,,, udah gede masih ja berantem kaya anak kecil, gak malu apa?” sela Rina menengahi pertengkaran mereka.

“Ehmmm… karton, double tip, buku paket, penggaris, lho…lho..lho… ney paan Gus?” tanya Cindy sambil mengecek semua barang yang dibawa Bagus. “Katanya muw suruh nyiapin semuanya? Lha ini makanan ringan sama minum kan juga butuh? Mang gak laper apa mikir trus?” jawab Bagus agak konyol. “He,,,he,,, iiii…iaaa… juga Che,,, kmu bener juga!” Cindy gelagapan. Semua teman-teman sekelompok pun tertegun mendengar penjelasan Bagus.***

Lama-kelamaan Bagus dan Cindy jadi lebih akrab, karena memang mereka sering bekerja dalam satu kelompok. Bagus pun mulai menunjukkan perubahannya, dia mulai agak rajin mengerjakan tugas, sedikit demi sedikit dia juga mulai aktif ikut memberikan pendapatnya dalam diskusi kelompok, dan mulai saat itu pun dia sering belajar atau menanyakan pelajaran yang kurang dia pahami pada Cindy. Saat itu juga, tidak ada rasa gengsi antara mereka. Bagus ngerasa kalau itu semua berkat Cindy yang selalu memberikan dia motivasi meskipun terkadang Cindy pun cepet emosi jika tingkah Bagus kelewatan. Tapi Bagus ngerasa lebih nyaman ketika dekat dengan Cindy.

Akhirnya, kedekatan mereka pun mulai dibicarakan di kelas, bahkan satu sekolah pun membicarakan mereka.

Dan,,,Suatu malam…..

Tiba-tiba HP Cindy berbunyi ,,,”Bawalah aku ke dalam mimpimu….aku tak kan kecewakan kamu, walaupun itu semua hanyalah sebatas mimpi”, lagu Nano-Sebatas Mimpi mengalun sebagai nada SMS HP Cindy.

“Malem Ndy….Sebelumnya kuw pengen Minta Muup ke Kamu Ndy atas semua Kelakuan Kuw yang terkadang Kelewatan ma Kamu. Kini, kuw ngerasa hidupku Lebih berguna daripada Sebelumnya….sebelum Aku deket ma kmu Ndy,,,

Ndy,,, kuw Pengen bilang Sesuatu ke Kamu………Ndy,,, aku sayang banget ma kamu, MAU GAK KAMU JADI CEWEK KUW???? Please,,, blZ n gak sah pake banyak Nanya!”

Cindy tersentak kaget, jantungnya berdetak kencang! Cindy pun bingung dan cemas. Seakan-akan otaknya mulai berhenti bekerja.

Keesokan hari, setelah pulang sekolah….

“Gus,, bisa bicara sebentar gak?” tanya Cindy sembari menghampiri Bagus di bangkunya. “Ya boleh lah sayang kuw,,,,,,” jawab Bagus serius, namun tetap terlihat selengek’an. “Kuw pengen jawab masalah SMS tadi malem itu,,,, aku…aku…. Aku juga sayang ma kamu Gus, aku nerima kamu jadi cowok aku!” jawab Cindy agak malu. Dengan spontan Bagus pun memeluk Cindy,” Thanks ya Ndy…” jawab Bagus dengan bahagia.

Semenjak saat itu, mereka tambah eksis di kelas. Mereka berdua saling bersaing dalam pelajaran. Apa yang mereka lakukan ternyata makin memotivasi untuk lebih berprestasi, namun persaingan tetap meraka lakukan secara sportif. Di luar jam pelajaran pun, mereka tetap saling sharing tentang pelajaran.

Cindy merasa bangga pada Bagus, ternyata orang yang dulu dia anggap ‘punya otak udang’ itu kini bisa berubah 180°. “Huhhhh, akhirnya,,,semoga si ‘otak udang’ itu tetap kaya gne, tetep ngelakuin hal yang bermanfaat baik di sekolah, di keluarga, atau pun di masyarakat” kata Cindy dalam hati****-Me Vs My BoyfRiend-

Ternyata, peribahasa orang zaman dulu bahwa “Witing tresna jalaran soko nggelibeteh,, maksudnya “...jalaran soko kulino” itu bener lho… Seperti yang dialami Cindy dalam kisah ini***

“Bagus!!!” teriak Cindy ketika jilbabnya diacak-acak Bagus. “Hweek!!” ledek Bagus sambil menjulurkan lidah dan segera berlari sebelum Cindy membalasnya***

“Sabar ya Ndy!” tutur sahabatnya Fatim, yang saat itu ikut membantu Cindy merapikan jilbabnya di kamar mandi. “Uuhh….Arrgh….!!” teriak Cindy, “Nyebelin banget che Bagus tuch! Kenapa juga dulu dia tuch pake masuk kelas kita segala?” tanya Cindy kesal. “Yach,,, mungkin dia pengen deket ma kmu Ndy…” sindir Fatim. “Beuhhh.. amit-amit dech kuw sampek suka ma cowok pemalas, tukang rusuh, tukang bolos, tukang usil, tyusss…ehmmm… tukang apa lagi yach? Ahhh… bodoh ah… ngapaen juga kuw ngomongin dia!” cetus Cindy sambil berjalan menuju kelasnya. “Jangan gitu Ndy,,, ntar kualat Lho! Gitu-gitu dia juga terkadang peduli ama temen khan?” bantah Fatim. “Iya,,, kalo obatnya lagi abis!” jawab Cindy sambil terus merapikan jilbabnya.

“Tapi…” Fatim berusaha membantah. Gak usah pake tapi-tapian! Pokoknya Bagus itu NYEBELIN!” Sela Cindy, “Kamu itu,, ngapain che bela-belain cowok tukang rusuh kaya dia! Kamu suka ya ma dia?” Tanya Cindy kesal sambil berkacak pinggang. “ Ya, enggaklah Ndy,,, lagian yang pantes ma Bagus itu kamu! Kalian tuch low diliat-liat serasi banget low!” tegas Fatim. “Apaan sich kamu!” jawab Cindy sewot. “Tet…tet..tet…” bel masuk kelas sudah berbunyi. Kemudian mereka masuk ke kelas XII IPA 4, SMA TUNAS BANGSA***

Di Kelas…

“Kemana aja sich kamu?? Untung Bu Uli belum datang!” tanya Bagus tanpa ada rasa bersalah. “Bukan urusan muw!” jawab Cindy ketus sambil beranjak duduk di bangkunya, yang letaknya di belakang bangku Bagus.

Jam pelajaran pertama Bu Uli Rachmawati, guru mata pelajaran Bahasa Inggris. Cindy senang sekali karena selain dia salah satu guru favorit Cindy, dia juga terkenal friendly lho???

“Selamat Pagi!”, sapa Bu Uli. “Pagi Bu……!!!”, jawab anak-anak serentak seperti paduan suara. “Anak-anak,,,coba kalian kerjakan buku paket hal 29 Exercise 3. Soal dikerjakan individu dan nanti dikumpulkan di ketua kelas”, ucapnya. “Yachhh……Bu….???” jawab mereka protes. Sepertinya biasanya, teman-teman Cindy mengeluh jika diberi tugas yang harus dikumpulkan hari itu juga. Tapi, bagi Cindy itu tidak masalah karena Cindy jago banget kalo masalah pelajaran bahasa Inggris. Dengan semangat, Cindy pun membuka buku paketnya dan mulai mengerjakan tugasnya.***

30 menit kemudian…..

“Tet…Tet…Tet….”, bel istirahat sudah berbunyi, tapi Bagus belum selesai mengerjakan tugas. “Huh... Tugas gitu ja lama banget ngerjaennya?” sindir Cindy yang masih kesal atas kejadian tadi pagi. “Yach… karena kuw terlalu pinter, jadi butuh waktu lama buat berpikir, supaya tambah baik gitu hasilnya.” balas Bagus. “Huhhh…ngeles aja kamu kaya angkot!” balas Cindy yang gak mau kalah. Tak sengaja, Cindy melihat dan membaca karangan yang dibuat Bagus, tugas mengarang masalah pribadi untuk dikonsultasikan kepada Psikiater.

“ I love someone, she is beautiful, smart, friendly, and not chose friends if she make relation with them. I’m confused, I love her but I’m shy to say about my feeling. I’m afraid, she will keep off from me if I say I love her.”

“Haha…ha..ha… mang ada yach cewek yang bakalan suka ma kmu? Tukang bolos, tukang usil, tukang bikin masalah kaya kamu” ejek Cindy tanpa rasa sungkan. Kemudian Bagus menghadap Cindy yang sejak tadi duduk di sebelahnya. “Ehmmm…Ndy,, sebenernya..sebenernya..ehm…aku…aku..” ucap Bagus lembut sambil memajukan wajahnya ke wajah Cindy. Hal itu membuat jantung Cindy mulai berdegup kencang. Cindy ngerasain deru nafas Bagus. Mata Bagus yang indah bisa ditatapnya dalam jarak kurang dari 10 cm. “Ehmm…aku…” ucap Bagus serius. “Apa?” tanya Cindy lembut. “Aku dari tadi bau kentut… kamu yach Ndy yang kentut?” jelas Bagus sembari beranjak dari bangkunya sebelum Cindy memukulnya***

Keesokan harinya di kelas XII IPA 4…

“Pagi anak-anak……….!!!!”, tiba-tiba Bu Nanik, guru Biologi mereka, masuk kelas dengan jawaban serentak dari anak-anak. Sekarang kalian buat kelompok maksimal 8 orang untuk praktik proses fotosintesis minggu depan, kemudian hari ini kalian buat dulu kerangka laporan dan dasar teorinya”, perintahnya kepada kami.

Dalam hitungan detik keramaian sudah terjadi. Semua ribut mencari kelompok. Tapi, kurang dari satu menit Cindy sudah membentuk kelompoknya. Cindy memang terkenal rajin di kelas, dan ia selalu berusaha membuat tugasnya menjadi se-perfect’ mungkin agar mendapat nilai yang maksimal. Tak heran kalau teman-teman sekelasnya suka menjadi kelompoknya.

“SSSSttttt….ayo anak-anak kalian sekarang berkumpul dengan kelompok kalian masing-masing! Ayo cepat-cepat!” perintah Bu Nanik.

“Ehmmm…Bu…” tiba-tiba Bagus maju ke depan. “Kenapa Gus? Mana kelompokmu?” tanya Bu Nanik. “Ehmm……. anu Bu..saya…sa…sa..ya…” jawab Bagus celingukan. “Iya,,, kamu kenapa?” tegas Bu Nanik lagi. “Saya belum dapat kelompok Bu….???” Jawab Bagus agak memelas. Tiba-tiba Bu Nanik melihat ke arah Cindy dan kelompoknya, “Cindy…. Bagus ikut kelompok kamu saja!”. “Hah….apa Bu???” Cindy tersentak kaget. “Iya,,, Bagus kan teman kamu dari kelas X, lagian Ibu lihat kelompokmu juga kebanyakan teman-temanmu waktu kelas X jadi mungkin Bagus bisa akrab kalau sama kalian” tegas Bu Nanik. “Ehmmm… tapi Bu?” Cindy berusaha memprotes. “Udah gak pakai tapi-tapian! Pokoknya Bagus masuk kelompokmu!” tegas Bu Nanik lagi.***

Jam Pelajaran kedua, Kimia….

Tiba-tiba ketua kelas mereka maju ke depan, “Teman-teman, hari ini Bu Wismaning tidak bisa hadir karena Beliau sedang ada keperluan dinas di luar kota. Oleh karena itu, Beliau menitipkan pesan agar kita membentuk kelompok praktikum maksimal 5 orang. Ehmmm… bagaimana kalau kelompoknya kita buat sistem undian saja agar rata pembagiannya?”. “Oke…setuju!!!” jawab anak-anak serentak.

Pembagian kelompok pun dimulai, masing-masing anak telah mengambil nomor undian. ”Kelompok 1, yaitu Cindy, Bagus,……” kata Ketua Kelas sambil mencatat nama setiap kelompok di papan tulis.

“Hah…. ama Bagus lagi????” Cindy tersentak kaget. “Yach,,, dunia ini memang sempit yach? Lagi-lagi aku sekelompok ama si tukang kentut ini lagi?” sindir Bagus pada Cindy yang benar-benar kesal***

Setibanya di rumah….

“Arrrrghhh…. apes banget gue hari ney!!!” teriak Cindy sambil merebahkan tubuh di atas tempat tidurnya.

Tiba-tiba….

“Ouw ia…. Aku tau sekarang apa yang harus kulakukan,” muncul ide cemerlang dari otak Cindy. Bergegas Cindy mencari HP-nya di dalam tas dan mengirim SMS pada Bagus. “Gus, besok Minggu kita kerja kelompok di rumah kuw. Tugasmu cuma nyiapin semua yang kita perlukan waktu kerja kelompok. Jangan lupa yach,,, Tks”. Beberapa menit kemudian Bagus membalasnya, “Kuw gagh ikud Besok, Males!!! Kamu Ja yach yang ngerjaend? Selamat mengerjakan?”. Cindy pun membalasnya lagi, “Cuma nyiapin ja masa berat che? Low geto jangan ngarep namamu bakal tak cantumin! Week!!!”. Beberapa menit Cindy menunggu, namun SMS nya tak kunjung dibalas oleh Bagus***

Keesokan hari, waktu kerja kelompok di rumah Cindy…….

“Ney Ndy pesenan loe….” ucap Bagus sambil menaruh alat dan bahan yang dibawanya. “ Ouw,,, ternyata cowok pemalas kaya kamu mau datang juga yach?? Katanya males?” sindir Cindy pada Bagus. “Udah dech,,,sebenernya kuw juga males ketemu ma cewek kentutan kaya kamu?” balas Bagus. “Eh,,,, udah…udah… jangan berantem terus Ah,,, udah gede masih ja berantem kaya anak kecil, gak malu apa?” sela Rina menengahi pertengkaran mereka.

“Ehmmm… karton, double tip, buku paket, penggaris, lho…lho..lho… ney paan Gus?” tanya Cindy sambil mengecek semua barang yang dibawa Bagus. “Katanya muw suruh nyiapin semuanya? Lha ini makanan ringan sama minum kan juga butuh? Mang gak laper apa mikir trus?” jawab Bagus agak konyol. “He,,,he,,, iiii…iaaa… juga Che,,, kmu bener juga!” Cindy gelagapan. Semua teman-teman sekelompok pun tertegun mendengar penjelasan Bagus.***

Lama-kelamaan Bagus dan Cindy jadi lebih akrab, karena memang mereka sering bekerja dalam satu kelompok. Bagus pun mulai menunjukkan perubahannya, dia mulai agak rajin mengerjakan tugas, sedikit demi sedikit dia juga mulai aktif ikut memberikan pendapatnya dalam diskusi kelompok, dan mulai saat itu pun dia sering belajar atau menanyakan pelajaran yang kurang dia pahami pada Cindy. Saat itu juga, tidak ada rasa gengsi antara mereka. Bagus ngerasa kalau itu semua berkat Cindy yang selalu memberikan dia motivasi meskipun terkadang Cindy pun cepet emosi jika tingkah Bagus kelewatan. Tapi Bagus ngerasa lebih nyaman ketika dekat dengan Cindy.

Akhirnya, kedekatan mereka pun mulai dibicarakan di kelas, bahkan satu sekolah pun membicarakan mereka.

Dan,,,Suatu malam…..

Tiba-tiba HP Cindy berbunyi ,,,”Bawalah aku ke dalam mimpimu….aku tak kan kecewakan kamu, walaupun itu semua hanyalah sebatas mimpi”, lagu Nano-Sebatas Mimpi mengalun sebagai nada SMS HP Cindy.

“Malem Ndy….Sebelumnya kuw pengen Minta Muup ke Kamu Ndy atas semua Kelakuan Kuw yang terkadang Kelewatan ma Kamu. Kini, kuw ngerasa hidupku Lebih berguna daripada Sebelumnya….sebelum Aku deket ma kmu Ndy,,,

Ndy,,, kuw Pengen bilang Sesuatu ke Kamu………Ndy,,, aku sayang banget ma kamu, MAU GAK KAMU JADI CEWEK KUW???? Please,,, blZ n gak sah pake banyak Nanya!”

Cindy tersentak kaget, jantungnya berdetak kencang! Cindy pun bingung dan cemas. Seakan-akan otaknya mulai berhenti bekerja.

Keesokan hari, setelah pulang sekolah….

“Gus,, bisa bicara sebentar gak?” tanya Cindy sembari menghampiri Bagus di bangkunya. “Ya boleh lah sayang kuw,,,,,,” jawab Bagus serius, namun tetap terlihat selengek’an. “Kuw pengen jawab masalah SMS tadi malem itu,,,, aku…aku…. Aku juga sayang ma kamu Gus, aku nerima kamu jadi cowok aku!” jawab Cindy agak malu. Dengan spontan Bagus pun memeluk Cindy,” Thanks ya Ndy…” jawab Bagus dengan bahagia.

Semenjak saat itu, mereka tambah eksis di kelas. Mereka berdua saling bersaing dalam pelajaran. Apa yang mereka lakukan ternyata makin memotivasi untuk lebih berprestasi, namun persaingan tetap meraka lakukan secara sportif. Di luar jam pelajaran pun, mereka tetap saling sharing tentang pelajaran.

Cindy merasa bangga pada Bagus, ternyata orang yang dulu dia anggap ‘punya otak udang’ itu kini bisa berubah 180°. “Huhhhh, akhirnya,,,semoga si ‘otak udang’ itu tetap kaya gne, tetep ngelakuin hal yang bermanfaat baik di sekolah, di keluarga, atau pun di masyarakat” kata Cindy dalam hati****

0 komentar:

Posting Komentar