Cari

Mengatasi Kesulitan Belajar Penjumlahan dan Pengurangan Siswa Kelas 2-3 SD Dengan Metode Jarimatika


Jerome S. Bruner dalam teorinya (dalam suherman E,2003: 43) menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran diarahkan pada konsep-konsep dan struktur. Struktur yang terbuat dalam pokok bahasan yang diajarkan, disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur. Dengan mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan. Anak akan memahami materi yang harus dikuasainya itu. Ini menunjukkan bahwa materi yang mempunyai suatu pola atau struktur tertentu akan lebih mudah dipahami dan lebih mudah diingat anak. Dalam proses perumusan dan penyususnan ide-ide, apabila anak disertai dengan bantuan benda-benda konkrit, anak lebih mudah mengingat ide-ide tersebut. Dengan demikian, anak lebih mudah menerapakan ide dalam situasi nyata secara tepat. Dalam hal ini ingatan diperoleh bukan karena penguatan, akan tetapi pengertian yang menyebabkan ingatan itu dapat dicapai. Sedangkan pengertian itu dapat dicapai karena anak memanipulasi benda-benda konkrit. Oleh karena itu pada permulaan belajar pengertian itu dapat dicapai oleh anak bergantung pada aktivita-aktivitas yang menggunakan benda-benda konkrit ataupun metode menghitung penjumlahan dan pengurangan dengan jarimatika

1. Jarimatika merupakan singkatan dari jari dan aritmatika metode ini adalah metode berhitung dengan menggunakan jari yang ada di kedua tangan. Metode ini tidak menekankan pada hafalan, namun daya kreativitas anak untuk memanfaatkan bagian tubuh yang paling fungsional tersebut.
2. Cara menggunakan metode Jarimatika diawali dengan perbedaan antara tangan kanan yang berfungsi sebagai nilai satuan dan tangan kiri sebagai puluhan ataupun ratusan. Sebagai contoh, angka 1 diwakili oleh jari telunjuk. Berikutnya, saat ingin menunjukan angka 2, jari telunjuk harus didampingi dengan jari tengah sehingga dua-duanya dalam keadaan terbuka. Untuk angka 3 dan 4 konsepnya dengan terus mengangkat masing-masing satu jari. Yang berbeda pada angka 5 hanya ditunjukan dengan ibu jari. Selanjutnya angka 6 ditujukkan dengan jempol dan telunjuk dan begitu pula seterusnya pada angka 9 seluruh jari tangan terbuka. Contoh misalkan ada soal 22+5 berarti cara menjawab dengan metode jarimatika adalah tangan kiri yaitu telunjuk dan jari tengah diangkat itu menunjukan nilai 20 kemudian tangan kanan telunjuk dan jari tengah diangkat itu merupakan nilai angka 2 jadi semuanya bernilai 22 untuk menambahkan angka 5 maka angkat jempol pada tangan kanan karena jempol pada tangan kanan bernilai 5 jadi jika dijumlahkan seluruhnya jadi yang terbuka terangkat jumlahnya sama dengan 27.
Untuk operasi pengurangan misalkan soalnya adalah 21-5 maka cara menjawab dengan metode jarimatika adalah jari telunjuk dan jari tengah pada tangan kiri diangkat atau dibuka yang mana kedua jari itu bernilai 20. Kemudian telunjuk pada tangan kanan diangkat maka semua berjumlah 21. Untuk angka 5 yaitu jempol tangan kanan,maka untuk menjawab 21-5 adalah jari tengah pada tangan kiri ditutup kemudian jempol pada tangan kanan dibuka maka hasilnya 21-5=16
3. Kelebihan Jarimatika adalah alatnya selalu tersedia dan tidak perlu membeli, alatnya tidak akan pernah ketinggalan/disita saat ujian, tidak memberatkan memori otak dengan bayangan, mudah dan menyenangkan.

0 komentar:

Posting Komentar