Sebuah kisah nyata catatan perjalanan penuh makna seorang remaja di negeri Serambi Mekkah, Nanggroe Aceh Darussalam.
Aceh Loen Sayang…
Bandara Juanda Sidoarjo, 16 April 2007…
“Dik, janga’n lupa habis dari counter Lion Air kamu harus boarding pass dan check in paling lambat setenga’h 8 pagi kalau ada apa-apa hubungi mbak Ayu ja oke…” cukup pendek kan Ry untuk sebuah instruksi di penga’laman pertamaku, gadis yang baru ja lulus SMA 3 bulan lalu bepergian sendiri denga’n menggunakan pesawat. Dan tak elak Ry hari ini aku salah counter untuk boarding pass, salah masuk ke ruang tunggu (biasanya di sebut gate Ry) bahkan aku sampai salah masuk ke gate 7 untuk penerbangan ke Makassar Ry padahal tujuan penerbanganku adalah Aceh. Jauh bukan? Dan yang paling parah lagi Ry hape yang merupakan satu-satunya akses untuk dapat berkomunikasi dengan mbak Ayu mati ga’ bisa nyala gara-gara aku salah combo! hasilnya?? kurelakan wajah Cantikku ini (ehem..) denga’n memasang tampang terwelas yang ku punya pada penumpang sebelahku. Kuberanikan pinjam hapenya setelah pesawat telah transit di Medan. Ooh malunya..nasiiib nasiib…!
Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh 16 April 2007…
Alhamdulilah… akhirnya aku nyampe Ry, tak henti-hentinya aku ngucapin rasa syukur ma Allah Ry. Akhirnya tepat pukul 17.00 WIB pesawat telah mengantarku hingga’ ke Provinsi yang di juluki Negeri Serambi Mekkah ini. Bang Udin, suami mbak Ayu telah menungguku di depan mobil L 300 yang dia sewa untuk mengantarku ke
Gampong Ulee Tutue Raya Aree, 23 April 2007…
Ry..uda seminggu lho aku di Aceh, aku tinggal di desa bernama Gampong Ulee Tutue Raya Aree kecamatan Delima Kabupaten Pidie. Udara di desa ini sungguh sejuk Ry alamnya masih liar dengan siluet pepohonannya yang rindang yang terbelah dengan sebuah sungai dengan aliran airnya yang bersih. Masyarakat Aceh juga’ ramah Ry yaa.. walaupun tak seramah orang-orang jawa hehehe.. Seminggu adalah waktu yang cukup Ry buatku untuk mengenal tetangga kiri dan kanan. Pagi ini Ry aku berkunjung ke rumah tetangga’ku yang akrab di panggil Nyak Atun. Beliau kira-kira berumur 45 tahun dan mempunyai 4 anak laki-laki dan seorang anak perempuan bernama Nisa yang uda sekolah kelas 3 SMP. Saat itu kebetulan Nisa libur sekolah aku mulai akrab denga’nnya. Akupun bercerita tentang kondisi sekolahku dulu. Saat aku sampai pada pembicaraan upacara bendera tiap hari Senin yang rutin ada di sekolahku, tiba-tiba Nisa terdiam. Aku tanya ma dia Ry, “ada apa
Gampong Ulee Tutue Raya Aree, 4 Mei 2007…
Ya Alloh Ry, mengerikan… tadi siang mbak Ayu pulang kerja dengan nafas yang terengah-engah dan bercerita bahwa di desa Ulee Kareng tempat ia bekerja terjadi kontak senjata yang menga’kibatkan seorang kepala sekolah tewas di depan siswa-siswinya. Kejadian ini berlangsung saat sang kepala sekolah menyampaikan pidatonya di lapangan sekolah di atas mombar..kejam sekali Ry aku ga’ bisa bayangin gimana kondisi psikis siswa-siswanya saat itu tapi anehnya Ry kejadian yang menghebohkan ini tidak di beritakan sama sekali baik oleh media elektronik maupun media
Kejadian-kejadian buruk uda berlalu Ry, semenjak kejadian penembakan kepala sekolah di desa Ulee Kareng sampai saat ini ga’ ada lagi aksi teror. Akupun bisa jalan-jalan dengan tenang Ry kebetulan hari ini aku di ajak ma mbak Ayu ke sekolah tempat Bang Udin bekerja. Tempatnya kurang lebih 10 km dari Gampong Ulee Tutue Raya Aree dan tidak jauh dari jantung
Kota sigli, 29 Mei 2007…
Entah uda yang ke berapa kalinya aku berkunjung ke SDU IQRA’ ini Ry, aku ngerasa nyaman disini. Anginnya yang berhembus semilir dengan pemandangan hijau terhampar luas di depan mata.. kalo Ry bisa ngelihat, pasti Ry heran, di lahan bekas tambak udang, yang kanan kiri juga di kelilingi tambak udang dan bandeng serta jaraknya yang hanya 3 km dari pantai, yang tanah dan airnya mempunyai kadar garam yang cukup tinggi, sekolah ini ternyata terlihat hijauuu banget Ry padahal tanah sekelilingnya amat gersang dan panas. Ini bukan ilusi lho Ry bukan pula magic! tapi kamu Tahu ga’ Ry Bang Udin pernah cerita padaku kalo rahasianya ternyata terletak pada sistem pengairan bawah tanah yang terdapat di sekolah ini. Air yang dipakai bukan air bersih Ry tapi pake air limbah dari kamar mandi. Pokoknya sekolah ini Go green Banget deh. Bang Udin jelasin ternyata air dari limbah kamar mandi ,sabun mandi maupun deterjen mengandung bahan kimia yang amat ramah lingkungan dan dapat menyuburkan tanah. Karena itu sekolah ini tidak menggunakan lubang pembuangan untuk air kamar mandinya melainkan limbah air kamar mandi ini di alirkan ke bawah tanah dengan menggunakan sambungan pipa-pipa yang di tanam kurang lebih 1, 5 m yang telah di lubangi pada sisi-sisi tertentu agar air dapat memancar ke segala penjuru d i dalamtanah sehingga tanah menjadi subur dan gembur! Ga’ kebayang lo Ry kepala sekolahnya sekreatif ini sampai hal sekecil kaya’ ini pun, yang tidak pernah terfikir di otakku bisa ada di SDU IQRA’, SD yang terletak di
Ry aku benar-benar jatuh cinta pada Aceh. Walaupun baru 3 bulan aku di sini tapi pengalaman penuh makna telah ku alami di negeri Serambi Mekkah ini. Semua pengalaman yang kudapat selalu membuka mataku tentang pentingnya arti sebuah pendidkan. Seperti hari ini ketika aku duduk di aula sekolah SDU IQRA’ ada seorang inong3 Aceh menghampiriku, namanya Nazrah dia anak yatim piatu Ry orang tuanya meninggal terbawa arus tsunami tahun 2004 silam, tapi dia sungguh anak yang tegar Ry saat ku Tanya apa dia ga’ ngerasa sedih dan kengen ma orang tuanya tapi dia cuma menjawab enteng “ Hana4.. Apalah kak sedih, Nyan5 dulu memang loen sedih tapi itu
“Kak Vera. Loen
Hemm, emang ku perhatiin sekolah ini amat merhatiin aspek psikologis siswa-siswinya Ry , Morning Activity merupakan kegiatan yang wajib di lakukan oleh guru dengan murid-muridnya tiap pagi kira-kira 1 jam untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa mereka untuk bisa menerima pelajaran hari itu. Bang Udin juga pernah cerita bahwa di sekolah ini juga mendatangkan psikolog-psikolog anak ternama dari
Gampong Ulee Tutue Raya Aree, 11 Juni 2007…
Siang tadi Ry aku, mbak Ayu dan Bang udin pulang dengan wajah sumringah. Tahu ga’ Ry tadi pagi aku di ajak Bang Udin ke SDU IQRA’ untuk membantunya untuk presentasi dalam rapat wali murid di SDU IQRA’ yang akan di hadiri oleh semua wali murid. Bang Udin akan mengutarakan tentang idenya untuk menggunakan kertas bekas dalam kegiatan administratif di sekolah. Entah kenapa ya Ry perhatianku akhir-akhir ini selalu terpaku pada perkembangan sekolah unik ini. Di sekolah ini terdapat kebijakan dengan tidak ada kewajiban bagi siswanya untuk memakai seragam sekolah kepala sekolahnya menganggap penggunaan seragam hanya akan menghambat kreatifitas anak karena menggunakan seragam terkesan kaku dan terkesan tidak luwes. Dan dalam rapat akbar ini sang kepala sekolah akan berinovasi lagi dengan menggantikan kertas baru yang biasa di gunakan dalam kegiatan administratif sekolah di ganti dengan kertas bekas yang masih layak pakai yang biasanya di halaman baliknya masih tersisa halaman kosong. Kertas seperti inilah yang akan di gunakan oleh sekolah. Tentu aja Ry ide ini menuai protes dari wali murid. Mereka menganggap penggunaan kertas bekas ini tidak sopan, kurang menghargai, ada juga yang menuduh sekolah ini terlalu pelit untuk menganggarkan dananya hanya untuk membeli kertas. Tapi pendapat ini segera di bantah oleh sang kepala sekolah dengan bahasanya yang halus dan tegas beliau membari alasan yang logis kepada wali murid. Sang kepala sekolah berpendapat bahwa dengan mengunakan kertas bekas maka kita akan turut serta dalam mengurangi penebangan pohon, di mana pohon ( aku lupa jenisnya Ry) merupakan bahan
Ry, hari ini aku mengantar Bang Udin ke kantor DepDikNas untuk melihat penghargaan yang di berikan oleh pemerintah
Gampong Ulee Tutue Raya Aree, 19 Juli 2007…
Ry aku sediiih banget karena 4 hari lagi ternyata aku harys pulang ke
1ke’mana = bagaimana
2Loen = saya, aku
3Inong = anak perempuan dalam bahasa Aceh
4Hana = tidak
5Nyan = yang
6Na = dapat
7Jak = pergi
8Kamo = kami
0 komentar:
Posting Komentar